Kemajuan pendidikan

Kemitraan Pemerintah-Swasta Dukung Kemajuan Pendidikan

Kompas.com - 28/10/2012, 19:35 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mengambil momentum peringatan Hari Sumpah Pemuda, Gerakan Indonesia Berkibar dicanangkan di Jakarta, Minggu (28/10/2012).  

Gerakan ini merupakan kerjasama pemerintah, swasta, dan komunitas masyarakat, sebagai salah satu perwujudan dari kepedulian terhadap kualitas pendidikan di Indonesia, dan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk terlibat berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia.

Hadir dalam peresmian Gerakan Indonesia Berkibar adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Mohammad Nuh.

"Semakin banyak pihak-pihak yang terlibat untuk berkontribusi meningkatkan kualitas pendidikan Indonesia, semakin besar pula harapan menuju Indonesia yang lebih baik," kata Nuh.

Pendidikan merupakan sarana utama pembentukan generasi penerus bangsa. Semakin maju kualitas pendidikan maka semakin maju pula negara tersebut.

Untuk meningkatkan kualitas pendidikan, tentu saja pemerintah tidak dapat bekerja sendirian mengatasi masalah pendidikan. Indonesia membutuhkan kerjasama dari berbagai lapisan masyarakat, guna memenuhi kebutuhan pendidikan yang berkualitas dan merata di seluruh negeri.

Gerakan Indonesia Berkibar merupakan gerakan nasional yang mengajak peran serta korporasi, baik swasta maupun BUMN, media, dan komunitas, untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam membangun pendidikan di Indonesia. Gerakan dimulai di daerah tempat institusi itu beroperasi, sehingga kualitas pendidikan yang baik dapat merata di seluruhnegeri.

Gerakan Indonesia Berkibar  berperan sebagai wadah yang mengusung Kemitraan Pemerintah-Swasta (Public-Private Partnership), dengan mempertemukan para mitra dan memberikan solusi nyata bagi pendidikan Indonesia.

"Kami optimistis bahwa dengan dukungan positif dari berbagai pihak dan kapasitas program yang dibangun oleh Gerakan Indonesia Berkibar, maka semakin besar kesempatan masyarakat Indonesia untuk mendapatkan pendidikan berkualitas,"kata Nuh.

Shafiq Pontoh, Ketua Umum Komite Gerakan Indonesia Berkibar, mengatakan, peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya dibutuhkan di kota-kota besar, tetapi juga di kota kecil, dan tidak hanya di Jawa tetapi di luar Jawa.

"Apabila perbaikan kualitas pendidikan dapat dilakukan dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat, maka tidak hanya segi kuantitas melainkan kualitas kesejahteraan masyarakat pun lebih baik, sehingga mendukung pembangunan ekonomi di Indonesia yang lebih baik," ujar Shafiq.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau