Torehan Manis Casey Stoner

Kompas.com - 29/10/2012, 02:41 WIB

Phillip Island, Minggu - Pebalap Australia, Casey Stoner, menorehkan prestasi manis di Sirkuit Phillip Island yang menjadi kandangnya, Minggu (28/10). Sebelum pensiun dari MotoGP pada akhir musim ini, Stoner mencetak kemenangan keenam secara berturut-turut di depan pendukungnya.

”Kemenangan ini sangat penting sebelum saya pensiun. Bagaikan cerita dongeng, saya merebut kemenangan keenam secara berturut-turut di tanah air saya,” kata Stoner di hadapan ribuan penonton yang mengelu-elukan namanya.

Menurut Stoner, dia sangat termotivasi untuk merebut kemenangan karena waktunya di MotoGP kian singkat. Apalagi setelah Stoner terpaksa absen selama tiga seri untuk menjalani masa penyembuhan pascaoperasi pergelangan kaki kanan.

Setelah kembali berlomba, Stoner hanya menempati posisi kelima di Jepang, naik menjadi ketiga di Malaysia, dan kini menjadi juara.

”Saya terkejut setelah melihat banyaknya penonton yang hadir di sini. Saya tahu mereka hadir untuk menonton saya berlomba. Hal itu memberi saya semangat untuk menang dan sebagai orang Australia, saya memberi mereka kebanggaan,” kata Stoner.

Kemenangan Stoner sangat fenomenal karena tidak ada pebalap yang mampu menjadi juara di suatu sirkuit sampai enam kali berturut-turut. Namun, kemenangan itu dapat diduga sebelumnya karena Stoner selalu tampil dominan sejak latihan bebas pertama sampai babak kualifikasi dengan selisih lebih dari setengah detik dari rival terdekatnya.

Sirkuit Phillip Island yang penuh tikungan sulit dan kontur tanah yang naik turun sangat sesuai dengan karakter balap Stoner. Pebalap berusia 27 tahun itu mampu mengubah posisi badan dalam waktu singkat serta melintasi sirkuit secara efektif dan sangat cepat.

Pedrosa terjatuh

Stoner yang start di posisi terdepan langsung tertinggal dari Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa yang start di posisi kedua dan ketiga. Lorenzo memimpin lomba selepas tikungan pertama dan Pedrosa menyalip Stoner di tikungan ketiga.

Namun, Stoner memacu sepeda motornya dengan sangat cepat dan efektif sehingga mampu menyalip Lorenzo dan mengejar Pedrosa. Di satu tikungan besar, Pedrosa terlalu melebar dan Stoner pun masuk dari sisi dalam.

Lorenzo mengikuti Stoner untuk menyalip Pedrosa. Pedrosa yang tidak ingin disalip Lorenzo berusaha masuk lagi ke sisi dalam tikungan, tetapi malah terpeleset dan terjatuh.

Sepeda motornya berputar dan menuju ke tepi lintasan. Pedrosa beruntung terseret motornya menjauh dari jalur pebalap di belakangnya sehingga tak terlindas atau tertabrak pebalap lain.

Pedrosa mengatakan, sepeda motornya mengalami masalah getaran dan kehilangan kendali di bagian depan. Ban yang belum panas diduga menyebabkan daya lekat berkurang dan motor menjadi tidak stabil.

Pedrosa gagal melanjutkan lomba dan kehilangan poin penting untuk memperebutkan gelar juara dunia. Kesialan Pedrosa menjadi keuntungan bagi Lorenzo karena pebalap tim Yamaha itu memastikan gelar juara dunia jatuh ke tangannya.

”Saya tidak menyesal, tetapi sedih dengan hasil ini. Saya sudah melakukan yang harus saya lakukan sepanjang musim ini untuk menjadi juara dunia. Ini adalah momen terdekat untuk menjadi juara dunia, tetapi saya kembali gagal mendapatkan gelar itu,” kata Pedrosa kecewa.

Stoner langsung melaju meninggalkan Lorenzo di posisi kedua. Lorenzo yang mengetahui Pedrosa terjatuh langsung menjaga jarak dari Cal Crutchlow di urutan ketiga, tetapi tidak berusaha mengejar Stoner.

Pertarungan ketat terjadi untuk memperebutkan posisi keempat antara Andrea Dovizioso, Alvaro Bautista, dan Stefan Bradl. Ketiganya saling mengalahkan di tikungan dan di lintasan lurus.

Sampai garis finis, Lorenzo berada di posisi kedua, di belakangnya Crutchlow. Sementara Dovizioso memenangi persaingan dan finis di posisi keempat, diikuti Bautista dan Bradl di posisi kelima dan keenam. (AP/AFP/ECA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau