New York Siaga Hadapi Topan Sandy

Kompas.com - 29/10/2012, 11:02 WIB

NEW YORK, KOMPAS.com — Sistem transportasi umum di New York City (NYC) dihentikan menjelang serangan Topan Sandy, Senin (29/10). Gubernur NYC Andrew Cuomo mengatakan, layanan kereta bawah tanah, bus, dan kereta akan dihentikan pukul 19.00 hari Minggu waktu setempat (06.00 WIB).

Sebanyak 375.000 orang telah diperintahkan untuk mengungsi dan sekolah-sekolah akan diliburkan. Kekuatan angin Sandy diperkirakan meningkat saat bertemu dengan badai musim dingin dari AS sebelah barat dan menciptakan fenomena yang oleh para ahli disebut "Frankenstorm" karena hal itu terjadi menjelang perayaan Halloween.

Beberapa negara bagian di Pantai Timur telah mengumumkan keadaan darurat.

Sebanyak 60 juta orang akan terkena dampak badai tersebut yang juga akan menyerang sejumlah negara bagian kunci saat berlangsungnya pemilihan presiden AS 6 November mendatang. Kedua kandidat presiden telah mengubah arah kampanye mereka. Presiden Barack Obama menyebut Sandy sebagai badai yang "besar, serius, dan bergerak lambat," serta mengatakan bencana itu akan menambah permasalahan baru.

"Penting bagi kita untuk melakukan respons yang besar dan cepat," kata Obama sesudah rapat dengan Badan Manajemen Darurat Federal (Fema).

Menjawab pertanyaan apakah badai itu dapat memengaruhi pemungutan suara, Obama mengatakan, "Kami tidak mengantisipasi hal itu saat ini, tetapi kami pasti akan memantaunya."

Kandidat presiden dari Partai Republik, Mitt Romney, membatalkan kehadirannya pada satu acara di Virginia, salah satu negara bagian kunci dalam pemilu, akibat cuaca, dan bertolak ke Ohio.

Sandy telah menewaskan 60 orang di Karibia pekan lalu.

Penerbangan batal

Pada pukul 17.00 waktu Pantai Timur AS (03.00 WIB) mata topan berada 435 km di selatan Cape Hatteras di Carolina Utara, menurut Pusat Topan Nasional AS (NSC).

Wali Kota New York Michael Bloomberg mengatakan, masyarakat harus segera mulai mengambil tindakan. Ia mengatakan, badai akan menyerang New York dengan kekuatan besar pada Senin, tetapi ia memperingatkan badai yang terjadi Minggu malam dapat menyebabkan banyak kerusakan.

"Saya tidak ingin siapa pun tidur malam ini dan berpikir mereka baru akan cemas keesokan harinya," kata dia. Menurut Wali Kota, sebanyak 375.000 orang yang tinggal di daerah rendah harus mengungsi pada Minggu.

Sementara itu, 5.000 penerbangan telah dibatalkan. Air France membatalkan semua penerbangan ke New York dan Washington DC pada hari Senin, sedangkan British Airways membatalkan semua penerbangan hari Senin ke dan dari kota-kota di pantai timur, termasuk New York, Baltimore, Washington, Boston, dan Philadelphia dengan pengecualian BA238 dari Boston.

Virgin Atlantic membatalkan penerbangan Senin dari dan ke Bandara JFK New York, Newark, Boston, dan Washington.

Bursa Saham New York mengatakan, lantai perdagangan akan ditutup hari ini, tetapi transaksi elektronik masih bisa dilakukan. "Ini bukan hanya ancaman di pesisir. Ini mengancam daerah yang sangat besar," ujar Direktur Fema Craig Fugate.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau