Dubes Malaysia Terkesan Senyuman Jokowi

Kompas.com - 29/10/2012, 11:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Duta Besar Malaysia untuk Indonesia, Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan, adalah salah satu dari sekian banyak yang melihat kinerja Jokowi dan merasakan fenomena Jokowi. Dia pun mengaku senang dapat bertemu dengan orang nomor satu di Jakarta itu.

"Selama ini, saya hanya lihat Pak Gubernur di TV saja. Hari ini, saya senang sekali dapat ketemu dengan Pak Gubernur. Ini adalah satu tanda yang baik sekali, di mana menyambut satu orang ini supaya bekerjasama dengan Malaysia dan Kerajaan Malaysia," kata Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan, di Balaikota DKI, Jakarta, Senin, (29/10/2012).

Dia pun terkesan terhadap kinerja Jokowi yang cepat dan penuh semangat. Sehari-hari, Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan mengaku selalu mengikuti perkembangan kinerja yang dilaksanakan oleh Jokowi. "Amat berkesan. Saya lihat dia penuh energi, saya kira kita bisa berhubungan erat dengan Jakarta. Nanti kita merayakan activity antara Jakarta-Malaysia. Kita dapat satukan ini dan membuang persepsi yang kurang baik," katanya.

Selanjutnya, saat ditanyakan oleh wartawan karakter apa yang menarik dari seorang Jokowi, Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan langsung menjawab senyuman Jokowi. "Senyumnya. He's very tegas tapi nice personality and comfortable. Saya senang berbincang dengannya dan ia memiliki banyak idea untuk mengembangkan hubungan kerjasama ini. Saya baru pertama kali bertemu orangnya sangat ramah sekali," kata Datuk Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan.

Pertemuan tertutup antara Pemprov DKI dengan Kedutaan Besar Malaysia berlangsung selama kurang lebih 45 menit. Setelah selesai, Jokowi memaparkan pertemuannya bersama Dubes Malaysia, terutama terkait hubungan kerjasama dengan Malaysia.

"Kami berbicara ingin menggerakan antara warga Jakarta dan Malaysia karena pada Juni 2013 akan ada banyak festival kebudayaan di Jakarta, seperti Jakkarnaval dan Monas Performing Art. Banyak delegasi karnaval dari Malaysia dan beliau menyanggupi waktunya dan kami juga akan mengirim delegasi ke Malaysia," kata Jokowi.

Selanjutnya, dikatakan oleh Jokowi, kerjasama antardua negara tetangga ini sangatlah penting. Terutama, dari sisi kebudayaannya. Seperti diketahui, Indonesia dengan Malaysia adalah sama-sama berasal dari etnis Melayu. Namun, Jokowi enggan menyampaikan pemaparan lainnya terkait hubungan Indonesia-Malaysia khususnya.

"Membangun sisi pariwisata, itu yang paling urgent. Ada yang khusus tapi enggak usah disampaikanlah," kata Jokowi.

Syed Munshe Afdzaruddin Syed Hassan datang ditemani bersama wakilnya dan beberapa ajudan. Dia datang menggunakan mobil dinas Kedutaan Besar Malaysia, Mercedes Benz dengan berplat nomor CD 47 01. Dalam pertemuan tersebut turut hadir pula, Sekretaris Daerah, Fadjar Panjaitan, dan Deputi Gubernur bidang Pariwisata dan Kebudayaan DKI, Sukesti Martono.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau