Jokowi Didorong Bersinergi dengan Pemerintah Pusat

Kompas.com - 29/10/2012, 15:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Mengurai permasalahan transportasi Ibu Kota bukan perihal mudah. Untuk itu, DPRD DKI berencana menyinergikan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dengan pemerintah pusat terkait mekanisme eksekusinya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta Dwi Rio Sambodo mengatakan, sinergi antara DKI dan pemerintah pusat terus mencuat. Salah satunya mengemuka dalam rapat bersama Badan Anggaran DPRD DKI yang digelar Senin (29/10/2012) siang, di Gedung DPRD DKI, misalnya, rencana untuk menambah 450 unit bus transjakarta baru pada 2013. DPRD DKI mendorong Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo untuk melakukan koordinasi dengan pihak dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

"Itu harus karena kami akan memerlukan bahan bakar gas dalam jumlah yang lebih besar," kata Rio saat ditemui seusai menghadiri rapat.

Selanjutnya adalah rencana pengadaan 1.000 angkutan kota (angkot) yang rencananya akan dilakukan dengan skema menggunakan dana hibah dari pemerintah pusat. Hal ini merujuk pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 32/2011 tentang Alokasi Dana Hibah.

"Jadi, bisa menggunakan dana hibah itu untuk meremajakan angkot," ungkapnya.

Rio mengatakan, muncul juga usulan untuk melahirkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang mengelola transportasi. Akan tetapi, rencana itu diprediksi akan memakan waktu panjang karena harus menyiapkan payung hukum dan mekanisme pengelolaannya.

"Soal BUMD transportasi ini kan perlu ada payung hukumnya. Pihak mana saja yang berhak mengatur tata kelolanya, apakah pusat atau Pemerintah DKI," katanya.

Berita terkait dapat diikuti di topik :

100 HARI JOKOWI-BASUKI

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau