Catatan perjalanan

Arrivederci Olbia...

Kompas.com - 29/10/2012, 19:49 WIB

KOMPAS -  Sardinia adalah pulau eksotis di Laut Tengah yang berpenduduk 1,6 juta orang. Panorama pantainya indah, jalannya berkelok-kelok membelah perbukitan penuh bebatuan. Sardinia tempat berlibur kaum jetset dan selebritas dunia. Pulau itu menawarkan bir, keju, wine. Yacht mewah berlabuh di kota-kota tepi pantai di pulau itu, dari Olbia sampai Porto Cervo.

Sardinia terletak di selatan Pulau Korsika milik Perancis tempat kelahiran Napoleon Bonaparte. Sardinia seluas 24.090 kilometer persegi, pulau kedua terbesar di Italia, setelah Sisilia ini, baru saja menjadi tuan rumah kejuaraan reli dunia Rally Italia Sardegna 2012, 18-21 Oktober lalu.

Sejak 2004, Olbia menjadi host reli Italia, seri reli dunia yang masuk kalender World Rally Championship Federasi Otomotif Internasional (FIA). Reli Italia 2012 dipusatkan di Olbia, kota kecil berpenduduk 56.231 orang, di timur laut Pulau Sardinia.

Seperti halnya kota-kota lainnya di pulau ini, Olbia menyimpan sejarah panjang. Awalnya Olbia bagian koloni Yunani, yang kemudian diduduki serdadu Romawi pada 259 Sebelum Masehi dan menjadi pelabuhan penting. Olbia sempat berganti nama menjadi Terranova Pausania.

Pada abad ke-21, Olbia menjadi pelabuhan terpenting Sardinia, yang menghubungkan dengan daratan Italia. Kapal feri wisata berlabuh, membawa turis-turis berlibur ke Sardinia, menikmati keindahan pantai dan laut biru di musim panas, meneguk wine dan bir, menyantap hidangan khas Italia nan lezat.

Pada malam hari, kota Olbia tetap berdenyut. Resto dan kafe-kafe tetap buka hingga larut malam. Warga kota dan turis menghabiskan malam dengan meneguk bir dan wine, sambil menikmati pasta.

Sabtu (20/10/2012) malam, sepotong jalan di tengah kota Olbia ditutup. Ratusan orang, termasuk peserta reli dunia dan timnya yang datang dari berbagai benua, menikmati pesta bir dan keju. Konsumsi bir di Sardinia tertinggi per kapita di Italia, yaitu 60 liter per orang.

Kehidupan malam di Olbia juga bergairah. Minggu malam, sebuah klub memutar lagu “Danza Kuduro”, soundtrack film “Fast Five”, film bertema balap mobil yang dibintangi Vin Diesel. Lagu Don Omar dan Lucenzo itu seolah menyambut para pengunjung, yang sebagian besar adalah orang-orang yang berhubungan dengan dunia balap mobil.

Olbia sudah menjadi kota internasional. Radio-radio di Olbia memutar lagu-lagu yang juga populer di banyak kota, termasuk “Gangnam Style”, lagu artis Korea, PSY, yang sering diputar di Jakarta.

Olbia memiliki taman di tengah kota, tempat warga kota duduk-duduk, menikmati desiran angin laut. Kota yang ramah bagi warganya dan siapa saja yang datang.

Italia paham sekali bagaimana membuat Sardinia menyedot turis mancanegara. Melalui reli dunia dan beragam kegiatan lainnya, Sardinia menjadi destinasi wisata yang menarik.

“Indonesia memiliki banyak pulau eksotis nan indah. Mungkin ada baiknya Indonesia menjadi host salah satu seri reli dunia. Salah satu lokasi yang pas adalah Sumatera,” kata pereli Indonesia, Subhan Aksa.

Menikmati Olbia dan Sardinia selama empat hari, belum cukup menggambarkan Olbia sesungguhnya.

Namun Olbia nan eksotis membuat pengunjung, termasuk peserta reli Italia berucap, “Arrivederci Olbia, arrivederci Sardegna...”, selamat tinggal Olbia, selamat tinggal Sardinia. Pada suatu hari nanti kita akan berjumpa lagi... ” (ROBERT ADHI KSP dari Olbia, Sardinia, Italia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau