Berwisata Jadi Kebutuhan Gaya Hidup

Kompas.com - 29/10/2012, 19:58 WIB

NUSA DUA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu mengatakan, kebutuhan untuk berwisata, berekreasi dan menghasilkan suatu karya kreatif telah menjadi kebutuhan gaya hidup.

"Kami memandang perencanaan dan desain yang baik, karya arsitektur dapat mengukuhkan suatu lokasi menjadi daya tarik wisata," kata Mari Elka di sela-sela The 15Th Asian Congress of Architect di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2012).

Ia mengatakan, Kemenparekraf akan mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan beberapa zona kreatif. "Kami harapkan para arsitek mampu mengangkat tempat-tempat tersebut menjadi daya tarik wisata yang berdaya saing internasional," katanya.

Menurut Menparekraf, pihaknya menargetkan 19 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia pada tahun 2014. Sedangkan wisatawan nusantara targetnya sebanyak 255 juta perjalanan dengan mengeluarkan Rp 191,5 triliun.

"Kita berharap arsitektur dapat berperan di sini karena wisatawan dalam memutuskan untuk datang ke Indonesia pasti memperhatikan kualitas hotel, resor, museum, galeri termasuk unsur estetikanya," katanya.

"Dengan karya arsitektur yang dapat memenuhi ekspektasi mereka diharapkan bukan hanya kuantitas tetapi juga kualitas wisatawan yang datang akan meningkat," tambah Mari.

Ke-16 KSPN yang akan dikembangkan oleh Kememparekraf yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo–Tengger–Semeru (Jawa Timur), Kintamani, Danau Batur (Bali), Menjangan, Pemuteran (Bali), Kuta, Sanur, Nusa Dua (Bali), Rinjani (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur).

Selanjutnya Ende–Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Toraja (Sulawesi Selatan), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Raja Ampat (Papua Barat).

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau