NUSA DUA, KOMPAS.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu mengatakan, kebutuhan untuk berwisata, berekreasi dan menghasilkan suatu karya kreatif telah menjadi kebutuhan gaya hidup.
"Kami memandang perencanaan dan desain yang baik, karya arsitektur dapat mengukuhkan suatu lokasi menjadi daya tarik wisata," kata Mari Elka di sela-sela The 15Th Asian Congress of Architect di Nusa Dua, Bali, Senin (29/10/2012).
Ia mengatakan, Kemenparekraf akan mengembangkan 16 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) dan beberapa zona kreatif. "Kami harapkan para arsitek mampu mengangkat tempat-tempat tersebut menjadi daya tarik wisata yang berdaya saing internasional," katanya.
Menurut Menparekraf, pihaknya menargetkan 19 juta wisatawan mancanegara datang ke Indonesia pada tahun 2014. Sedangkan wisatawan nusantara targetnya sebanyak 255 juta perjalanan dengan mengeluarkan Rp 191,5 triliun.
"Kita berharap arsitektur dapat berperan di sini karena wisatawan dalam memutuskan untuk datang ke Indonesia pasti memperhatikan kualitas hotel, resor, museum, galeri termasuk unsur estetikanya," katanya.
"Dengan karya arsitektur yang dapat memenuhi ekspektasi mereka diharapkan bukan hanya kuantitas tetapi juga kualitas wisatawan yang datang akan meningkat," tambah Mari.
Ke-16 KSPN yang akan dikembangkan oleh Kememparekraf yaitu Danau Toba (Sumatera Utara), Kepulauan Seribu (DKI Jakarta), Kota Tua (DKI Jakarta), Borobudur (Jawa Tengah), Bromo–Tengger–Semeru (Jawa Timur), Kintamani, Danau Batur (Bali), Menjangan, Pemuteran (Bali), Kuta, Sanur, Nusa Dua (Bali), Rinjani (Nusa Tenggara Barat), Pulau Komodo (Nusa Tenggara Timur).
Selanjutnya Ende–Kelimutu (Nusa Tenggara Timur), Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), Toraja (Sulawesi Selatan), Bunaken (Sulawesi Utara), Wakatobi (Sulawesi Tenggara), dan Raja Ampat (Papua Barat).
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang