YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim Search and Rescue (SAR) Daerah Istimewa Yogyakarta menyiapkan 1.000 personel untuk menghadapi ancaman sekunder Merapi yang kemungkinan datang pada musim penghujan. Pelatihan rescue terus dilakukan demi menambah skill setiap anggota yang turun di lapangan.
"Personel sudah siap menghadapi bahaya sekunder Merapi. Saat ini kami telah melaksanakan reorientasi rekrutmen anggota SAR. Pelatihan-pelatihan sudah kami lakukan demi mengasah kemampuan setiap anggota," terang Brontoseno, komandan SAR DIY saat dihubungi Kompas.com, Senin (29/10/2012).
Mengantisipasi kemungkinan datangnya bahaya sekunder, tadi malam, Minggu(28/10) bertempat di Pendopo Pakem seluruh jajaran SAR, PMI dan beberapa relawan melakukan koordinasi dan gelar pasukan.
"Tadi malam kami sudah berkoordinasi dengan beberapa anggota SAR di setiap kecamatan, melihat kesiapan setiap anggota yang berada di wilayah. Untuk anggota yang kami siapkan seluruhnya ada sekitar 1.000 anggota. Beberapa anggota kami tempatkan di wilayah-wilayah yang berpotensi rawan," ungkapnya
Selain kesiapan rescue, SAR DIY juga terus melakukan pendampingan-pendampingan terhadap masyarakat di daerah rawan bahaya sekunder Merapi. "Pendampingan dimaksudkan agar masyarakat bisa mengidentifikasi bencana dan tahu harus melakukan apa ketika bahaya datang, sehingga mengurangi kepanikan," pungkasnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang