Presiden Minta BPK dan KPK Kawal Penggunaan Anggaran

Kompas.com - 30/10/2012, 11:04 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Presiden Susilo Bambang Yudhoyono meminta implementasi APBN tahun 2013 tidak ada penyimpangan. Presiden meminta kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK) mengawal penggunaan anggaran tersebut.

Hal itu dikatakan Presiden di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa ( 30/10/2012 ), sebelum bertolak ke London, Inggris, untuk melakukan kunjungan kenegaraan. Setelah dari Inggris, Presiden dan rombongan akan bertolak ke Laos.

Presiden mengatakan, dana APBN 2013 sudah mencapai Rp 1.683 triliun. Khusus anggaran untuk transfer daerah tahun 2013 , kata Presiden, sudah mencapai Rp 528 triliun atau meningkat dibanding tahun 2004 yang baru sekitar Rp 400 triliun.

"Oleh karena itu, marilah sejak kita susun APBN sebagaimana yang kita tempuh selama ini benar, tepat, kemudian ketika digunakan, kita pastikan juga tepat dan benar," kata Presiden.

Presiden menyinggung banyaknya pejabat pemda, anggota DPR, DPRD, dan DPD yang terjerat kasus korupsi penggunaan anggaran. Ke depan, Presiden berharap agar tidak ada lagi yang terjerat.

"Kita ingin semua selamat, jajaran pemerintah pusat selamat, jajaran pemerintah daerah selamat, jajaran DPR selamat, jajaran DPRD selamat, dan yang penting uang rakyat itu betul-betul kita gunakan dengan sebaik-baiknya," ujar Presiden.

Jangan ditahan

Presiden juga meminta agar DPR maupun Kementerian Keuangan jangan menghambat pengucuran anggaran yang sudah disusun bersama (diberi tanda bintang). Keterlambatan pengucuran anggaran, kata Presiden, bisa mengakibatkan sasaran yang direncanakan menjadi tidak tercapai.

"Ketika semua kementerian, lembaga, benar-benar siap untuk mengalirkan anggaran, tidak perlu dibintangi. Dengan demikian, akan mengalir dan sampai kepada sasaran yang hendak kita capai," pungkas Presiden.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau