Lapas baru di tangerang

Bangun Lapas di DKI, Amir Apresiasi Jokowi

Kompas.com - 30/10/2012, 12:39 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia mengapresiasi rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta membangun lembaga pemasyarakatan baru di Tangerang. Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin mengatakan, akan menunggu rencana Pemrov DKI Jakarta itu terwujud.

"Saya berterima kasih kalau memang ada inisiatif seperti itu. Apa yang dilakukan Pak Gubernur Jokowi, saya sampaikan apresiasi saya dan tentunya saya menunggu sama-sama apa yang dipikirkan oleh beliau itu dapat terwujud," kata Amir, di Gedung Kemenkumham, Jakarta, Senin (30/10/2012).

Diberitakan sebelumnya, Pemprov DKI Jakarta akan menindaklanjuti usulan untuk membangun lapas baru. Usulan ini pernah disampaikan Kemenkumham saat Sutiyoso masih menjabat gubernur DKI Jakarta. Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama beberapa waktu lalu mengatakan DKI kekurangan lapas.

"Pemprov DKI memiliki tanah 100 hektar di Tangerang untuk tempat sampah. Tempat itu akan dibangun lapas untuk Jagodetajur," kata Basuki.

Dia juga mengatakan, pembangunan lapas dapat menggunakan APBD DKI Jakarta ditambah APBN dari pemerintah pusat. Terkait dengan lapas, Amir juga mengatakan Kemenkumham sudah membangun sejumlah lapas baru. Dari 45 lapas yang dibangun, 10 di antaranya sudah beroperasi dan menampung 1.850 warga binaan.

"Dioperasionalkan dengan menggunakan sendiri anggaran atau menunggu adanya droping kanan, droping kiri, dan dimanfaatkan, maksimalkan anggaran yang ada dan juga memaksimalkan SDM (sumber daya manusia) yang ada," ujarnya.

Baca juga:
Basuki: Tanah Pemprov di Tangerang Bisa Dijadikan Lapas

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau