Maskapai Perlu Perhatikan Penyandang Disabilitas

Kompas.com - 30/10/2012, 12:45 WIB

KOMPAS.com – Bayangkan jika Anda harus membuang air kecil di dalam botol di kursi Anda atau tidak minum apapun selama 24 jam, semua ini karena Anda tidak bisa mengakses toilet saat penerbangan.

Kejadian ini nyata terjadi pada kalangan penyandang disabilitas yang harus naik pesawat terbang. Mereka seakan dipermalukan selama penerbangan. Hal ini terungkap dari sebuah survei yang dilakukan Muscular Dystrophy Campaign di Inggris.

Menurut laporan survei tersebut, 90 persen pengguna kursi roda tidak bisa mengakses toilet pesawat terbang. Oleh karena itu, mereka terpaksa menghindari minuman sebelum dan selama penerbangan.

Mereka juga menghadapi resiko kecelakaan fisik dengan mayoritas 60 persen penumpang yang disurvei menyebutkan mereka merasa tidak aman saat dipindahkan dari kursi roda ke kursi pesawat terbang. Sementara 60 persen lainnya menyebutkan kursi roda mereka sampai rusak saat naik pesawat terbang.

Masalah mulai muncul bahkan sebelum mereka naik ke dalam pesawat. Setengah dari responden yang merupakan penyandang disabilitas menyebutkan bahwa mereka menghadapi kesulitan saat melakukan pemesanan tiket.

“Industri pesawat terbang perlu mengembangkan diri, mengikuti moda transportasi umum lainnya, terutama untuk pelayanan kepada penyandang disabilitas,” kata Tnayi Vyas, juru bicara Muscular Dystrophy Campaign.

“Jika kita bisa menerbangkan orang sampai ke bulan, kita juga harusnya bisa menaruh toilet untuk penyandang disibilitas di pesawat terbang,” tuturnya.

Ia menuturkan, penelitian yang dilakukan pihaknya menemukan bahwa proses perjalanan dengan pesawat udara menjadi sumber kecemasan dan perasaan dipermalukan, yang berdampak pada liburan yang hancur, peralatan rusak, dan penyandang disabilitas yang tak mendapatkan pelayanan dengan baik.

“Laporan ini seharusnya perlu disingkapi untuk melakukan perubahan pelayanan penerbangan jarak jauh, terutama untuk mempertemukan kebutuhan dasar dari penyandang disabilitas. Ini saatnya penyandang disabilitas bisa mempercayai maskapai dan merasa percaya diri saat melakukan penerbangan,” katanya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau