Kriminalitas

Polresta Medan Bekuk Pengedar Sabu Antar-Provinsi

Kompas.com - 31/10/2012, 00:05 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan berhasil meringkus tersangka bandar sabu pada Senin (29/10/2012). Tersangka, Surya Adi Darma (27), diringkus di kediamannya di Jalan Kemuning Raya, Helvetia Tengah, Medan Helvetia.

Surya sudah lama menjadi target penangkapan setelah polisi mendapatkan informasi bahwa dia adalah seorang pengedar sabu antar-provinsi.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polresta Medan Komisaris Donny Alexander memaparkan bahwa penangkapan Surya berawal dari ditemukannya paket sabu di dalam pengeras suara bus antar-provinsi jurusan Padang, Sumatera Barat. Polisi meyakini bahwa sabu di dalam kotak pengeras suara itu diletakkan oleh tersangka.

"Kami mendapat informasi dari masyarakat bahwa tersangka meletakkan barang haram itu di dalam speaker bus antar-provinsi," ujar Donny kepada wartawan, Selasa (30/10/2012).

Polisi kemudian mencari informasi kediaman tersangka sebelum melakukan penggerebekan.

"Di kediaman tersangka, kami menemukan barang bukti berupa sabu seberat 170 gram, kantong plastik sabu ukuran satu kilogram, dan sebuah timbangan elektrik," Donny menambahkan.

Sementara itu, Surya mengaku bahwa barang-barang yang disita polisi bukan miliknya. Menurut Surya, perannya hanya mengedarkan sabu itu.

"Aku dapat bayaran Rp 600.000 sekali kirim. Sabu itu punya kawan. Aku hanya mengedarkan seperti dia suruh," aku Surya.

Apa pun pengakuan Surya, dia kini harus mempertanggungjawabkan perbuatannya. Dia dijerat Pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dan terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau