Konflik suriah

Pemberontak Tewaskan Jenderal Angkatan Udara

Kompas.com - 31/10/2012, 02:03 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com — Televisi Pemerintah Suriah, Selasa (30/10/2012), melaporkan pemberontak berhasil menewaskan seorang perwira senior Angkatan Udara, Jenderal Abdullah Mahmoud al-Khalidi, di distrik Rukn al-Din, Damaskus.

"Sebagai bagian upaya mengincar tokoh nasional dan para ilmuwan, kelompok teroris bersenjata membunuh Jenderal Abdullah Mahmud al-Khalidi di Damaskus," demikian laporan televisi pemerintah.

Televisi pemerintah dalam laporannya menambahkan, Abdullah Mahmud adalah salah seorang pakar penerbangan Suriah.

Pasukan Pembebasan Suriah mengaku bertanggung jawab atas serangan itu dan menambahkan juga telah membunuh seorang pejabat intelijen angkatan udara dalam serangan yang sama.

Bersamaan dengan kabar pembunuhan perwira AU Suriah ini, pesawat-pesawat tempur pemerintah untuk kali pertama mengincar target-target di dalam kota Damaskus.

Pesawat tempur Pemerintah Suriah menjatuhkan bom di kawasan timur Damaskus, tepatnya di wilayah Jobar, dekat kota pinggiran Damaskus, Zamalka, yang dikuasai pemberontak.

"Pasukan pemberontak menembaki pesawat pemerintah, tetapi gagal menembak jatuh pesawat-pesawat itu," kata seorang aktivis, Mohammed Saeed, kepada AP.

Kelompok oposisi mengatakan secara total 61 orang tewas di seluruh Suriah sepanjang Selasa, termasuk empat perempuan dan tiga anak-anak.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau