Menginap di Hotel Berhantu, Berani?

Kompas.com - 31/10/2012, 09:29 WIB

KOMPAS.com — Tertarik menghabiskan liburan dengan cara yang sedikit menyeramkan? Coba saja menginap di beberapa hotel ini dan siapa tahu Anda bisa bertemu langsung dengan hantu.

Beberapa tamu yang menginap di kamar Fresco di Hotel Burchianti di Florence, Italia, melaporkan bahwa mereka merasakan ada seseorang atau sesuatu yang tengah menatap mereka dan napas dingin terasa di wajah mereka.

Masih di hotel yang sama, tamu mendengar anak-anak berjalan di lorong dan melihat seorang perempuan merajut di kursi, serta pelayan yang melakukan bersih-bersih di pagi buta.

Sementara di Hotel Langham di London, Inggris, beberapa tamu hotel ada yang melaporkan bahwa mereka melihat sosok laki-laki yang mengenakan seragam militer berdiri di samping jendela di lantai empat.

Konon, sosok hantu tersebut adalah seorang pangeran dari Jerman yang loncat dari jendela sebelum Perang Dunia I dimulai. Jika Anda memang percaya pada hantu, Anda bisa saja melihat bekas tamu Napoleon III di ruang bawah tanah.

Di Skotlandia, Inggris, tepatnya di Dalhousie Castle, disebut-sebut menjadi tempat penampakan hantu Lady Catherine. Ia dilaporkan meninggal akibat patah hati. Beberapa turis menyebutkan, mereka pernah melihat sosok hantu Lady Catherine.

Ia tampak berjalan di malam hari serta terdengar bunyi ketukan dan goresan di sepanjang tempat ia berjalan. Tamu dan karyawan hotel ada yang pernah melaporkan bahwa mereka merasa ada seseorang menepuk bahu mereka dari belakang atau menarik rambut mereka. Namun, saat mereka menoleh ke belakang, tak ada siapa pun di sana.

Pengalaman paling menyeramkan bisa jadi di Skirrid Mountain Inn di Wales, Inggris. Konon, hantu dari seorang narapidana yang dieksekusi dengan cara digantung di tempat ini telah menghantui penginapan tersebut sejak tahun 1110.

Ada beberapa tamu yang mengklaim bahwa mereka merasa ada sebuah tali mencekik leher mereka saat tertidur. Bahkan, beberapa mengaku "tali" tersebut meninggalkan tanda di leher mereka yang membekas hingga beberapa hari.

Di sebuah kastil yang diubah menjadi sebuah penginapan di Dingwall, Inggris, yang disebut dengan Tulloch Castle juga memiliki kisah menyeramkan lainnya. Ada beberapa tamu yang mengaku mereka terbangun di kamar 8 dengan kondisi susah bernapas dan perasaan terikat.

Seorang tamu merasakan kamar tersebut mendadak terasa dingin dan dua perempuan duduk di atas dadanya seakan berusaha untuk membuatnya sulit bernapas. Tamu lain melihat hantu bekas pelayan di tempat itu berjalan di Pink Room dan ruangan Great Hall. Sementara tamu lainnya mendengar bunyi pegangan pintu yang diputar dan bunyi aneh lainnya di malam hari.

Di Bear Hotel, di Hampshire, Inggris, yang dibangun pada tahun 1795, tamu-tamu melaporkan melihat hantu dari penjaga rumah yang meninggal di kamar 22. Mereka melihat hantu itu duduk di ujung ranjang yang sedang mereka tiduri.

Grand Hyatt Resort di Taipei, Taiwan, dibangun di atas lahan bekas penjara di masa perang. Tamu dan karyawan hotel menyebutkan bahwa hotel itu dihantui oleh hantu-hantu para tawanan yang dieksekusi mati. Pihak hotel menaruh gulungan kertas mantra suci China di sepanjang lobi untuk menghalau para hantu.

Sementara itu, di Stanley Hotel di Colorado, Amerika Serikat, seorang penjaga rumah yang meninggal di tempat itu pada tahun 1911 dilaporkan malah melakukan hal unik kepada tamu di kamar 217. Hantu itu "berbaik hati" mengeluarkan barang-barang dari dalam koper tamu dan menyimpankan barang-barang itu.

Tamu lain mendengar suara anak kecil berlari dan tertawa di lorong di lantai empat. Sementara itu, Stanley, pemilik hotel yang sudah meninggal, dilaporkan masih senang bermain piano di ruangan musik.

Di Swedia, tamu-tamu di Toftaholm Herrgrd, melaporkan bunyi-bunyi aneh yang mereka dengar, pintu dan jendela yang tertutup sendiri, padahal sebelumnya mereka biarkan terbuka.

Konon, hal-hal tersebut merupakan perbuatan seorang laki-laki yang jatuh cinta pada putri dari bangsawan yang memiliki tempat itu. Laki-laki itu kemudian bunuh diri dengan cara menggantung diri di kamar 324.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau