Mungkinkah Menghentikan Badai dengan Nuklir?

Kompas.com - 31/10/2012, 11:27 WIB

KOMPAS.com - Wacana menghentikan angin ribut, seperti badai Sandy, dengan bom nuklir sudah beredar sejak tahun 1960-an. Hanya saja, penggunaan bom nuklir sulit diterapkan. "Kesulitan utamanya adalah jumlah energi yang dibutuhkan," kata Chris Landsea, petugas operasional dari National Hurricane Center, Amerika Serikat, yang juga seorang peneliti meteorologi dari NOAA.

Badai hurikan memperoleh energi dari hangatnya air laut serta perubahan uap air menjadi tetesan air hujan. Panas yang dilepaskan selama proses kondensasi terus menghangatkan udara di sekitarnya, sehingga menyebabkan lebih banyak air laut yang menguap dan mengembun terus menerus.

Badai yang sudah sempurna melepaskan energi panas sebesar 50 terawatt, bahkan lebih, pada suatu waktu. Dari sekian banyak energi tersebut, hanya satu persen yang berubah menjadi angin. "Panas yang dilepaskan, setara dengan nuklir berkekuatan 10 megaton yang meledak 20 menit sekali," seperti ditulis Landsea dalam laporan penelitiannya.

Dengan demikian, Landsea mengambil kesimpulan bahwa tidak mungkin menghentikan Sandy dengan nuklir --seperti menghentikan mobil ngebut dengan sehelai bulu.

Landsea juga menjelaskan bahwa nuklir bisa memperparah keadaan. Menurutnya, bukannya menghentikan Sandy, nuklir diperkirakan malah menambah asupan panas dan membuat badai semakin kuat. Yang pasti, nuklir akan menyebabkan sebuah bencana yang sangat mengerikan: badai radioaktif. (Alex Pangestu/National Geographic Indonesia)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau