Peminat Bayi Tabung Meningkat

Kompas.com - 31/10/2012, 16:53 WIB

Kompas.com - Daya beli masyarakat yang semakin baik akibat pertumbuhan ekonomi berdampak pada meningkatnya minat pasangan yang kesulitan punya keturunan untuk melakukan program bayi tabung.

CEO Morula IVF Indonesia, dr.Ivan Sini, Sp.OG menjelaskan, dalam lima tahun terakhir ini terjadi peningkatan pesat jumlah pasien program bayi tabung.

"Pada tahun 2005-2006 setiap tahunnya hanya ada sekitar 50 pasien dengan jumlah pengambilan sel telur sekitar satu sampai dua kali. Sekarang ini pengambilan sel telur bisa tujuh kali dalam sehari," katanya dalam acara media edukasi mengenai perkembangan teknologi bayi tabung di klinik Morula IVF Indonesia Jakarta, Selasa (31/10).

Indonesia pertama kali mengenal teknik bayi tabung di tahun 1987. Dibandingkan dengan negara-negara tetangga, menurut Ivan jumlah siklus bayi tabung di Indonesia masih tertinggal jauh. Satu siklus meliputi proses stimulasi sel telur, pembuahan, hingga implantasi ke rahim.

Data tahun 2010 menunjukkan baru terdapat 1700 siklus program bayi tabung di Indonesia, sementara di Malaysia sudah mencapai 3000 siklus, Singapura 2500 siklus, Thailand 4000 siklus, dan Vietnam mencapai 6000 siklus.

"Meski begitu peluang kehamilan di Indonesia bisa dibilang setara dengan negara lain, yakni hampir 40 persen," katanya.

Ivan mengatakan bahwa program bayi tabung masih dipersepsikan sebagai program yang mahal namun peluang keberhasilannya kecil. Padahal menurutnya kemajuan teknologi kedokteran saat ini cukup berhasil meningkatkan peluang kehamilan.

"Keberhasilan program bayi tabung sebenarnya bergantung pada usia calon ibu. Makin tua usia seorang wanita peluang keberhasilannya makin rendah karena kualitas sel telurnya berkurang. Tetapi cukup banyak juga wanita berusia 40 tahun, bahkan ada yang usia 44 tahun berhasil hamil dan melahirkan bayi sehat," katanya.

Saat ini biaya program bayi tabung berkisar antara Rp 40-70 juta rupiah. Di klinik Morula IVF Indonesia sendiri saat ini sudah sekitar 1000 bayi dilahirkan dengan selamat melalui program bayi tabung.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau