Jokowi Dinilai Menabrak Perda Luncurkan Kartu Sehat

Kompas.com - 31/10/2012, 17:07 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Rencana Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengeluarkan Kartu Jakarta Sehat di tahun 2012 dinilai menabrak regulasi yang ada. Sebab, rencana peluncuran itu dilakukan saat program serupa masih berjalan, yakni Kartu Keluarga Miskin (Gakin) yang sama-sama memberikan layanan kesehatan untuk warga Ibu Kota dalam kategori tidak mampu secara finansial.

Saat ditemui Kompas.com di gedung DPRD, anggota Badan Anggaran DPRD DKI Johny Wenas Polii menyampaikan kebingungannya. Ia mangaku tak habis pikir mengapa Jokowi terkesan memaksakan eksekusi programnya di tahun ini, saat program-program serupa masih berjalan dengan sokongan dana dari APBD DKI tahun 2012.

"Kenapa harus repot-repot dan enggak sabar menunggu sampai tahun depan. Sekarang kan semua masih berlaku. Kalau tetap dilaksanakan maka sama dengan menabrak Peraturan Daerah (Perda)," kata Johny, Rabu (31/10/2012).

Untuk itu, ia mengusulkan supaya Jokowi meminta nasihat dari biro hukum. Setelah ada jaminan bahwa tak melanggar peraturan, barulah kemudian program tersebut bisa segera direalisasikan.

"Ini karena kami cinta Pak Gubernur. Supaya aman, minta nasihat dari biro hukum, libatkan juga inspektorat dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), setelah itu baru tentukan eksekusinya," ucap Johny.

Untuk diketahui, Jokowi sebelumnya telah gembar-gembor untuk mulai membagikan kartu sehat pada 10 November 2012. Rencananya, sepanjang sisa tahun ini akan ada 10.000 kartu sehat yang dibagikan.

Di luar itu, program serupa terlanjur dijalankan oleh gubernur sebelum Jokowi, yakni Fauzi Bowo. Dengan alokasi anggaran Rp 800 miliar dari APBD DKI tahun 2012, Fauzi Bowo telah menjalankan program serupa dalam format Kartu Keluarga Miskin yang pengelolaannya dilakukan melalui Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda).

Masalah diprediksi akan timbul karena program baru dijalankan saat program yang lama masih berjalan dengan anggaran yang telah ditentukan.

Berita terkait lainnya dapat diikuti di topik: 100 HARI JOKOWI-BASUKI.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau