Kongkalikong

Kader Golkar Lega di SMS Dahlan Iskan

Kompas.com - 01/11/2012, 20:46 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com- Kader Partai Golongan Karya Bambang Soesatyo yang juga Anggota Komisi III DPR RI mengaku lega mendapatkan pesan layanan singkat (SMS) dari Menteri BUMN Dahlan Iskan. Pasalnya, inisial BS selaku pemeras yang kerap meminta upeti kepada BUMN yang sempat beredar hingga di lingkungan Senayan, bikin gundah dalam dua hari belakangan ini.

"Saya barusan mendapatkan pesan melalui Blackberry dari Dahlan Iskan yang mengklar ifikasi bahwa nama-nama yang ada dikantungnya tidak terkait sama sekali dengan saya. Jadi, soal inisial BS yang beredar itu tidak tahu siapa yang menyebarkannya. Yang pasti, kata Dahlan, tidak terkait nama saya Bambang Soesatyo," ujar Bambang di Jakarta, Kamis (1/11/2012).

Dengan gembiranya, Bambang pun menunjukkan pesan Dahlan Iskan tersebut yang berbunyi: Saya sama sekali tidak pernah menyebut nama Anda, dan rasanya memang tidak ada kaitan apapun dengan Anda. Saya juga tidak tahu dari mana asal-usulnya inisial itu. Boleh diperiksa semua pernyataan saya, tidak ada yang terkait dengan Anda. Dari saya clear ya. Suwun. (Dahlan Iskan).

Inisial BS memang sempat beredar. Ada 10 inisial yang beredar di lingkungan DPR, bahkan ke wartawan, tentang nama-nama yang diduga kerap meminta upeti kepada BUMN.   

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau