Kepala Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Pusat Madanih mengatakan, proses pemadaman api sulit dilakukan karena lokasi kebakaran di permukiman padat. Akses jalan ke permukiman itu hanya berupa gang selebar dua meter.
Sebagian bangunan terbuat dari tripleks dan bambu sehingga mudah terbakar. Sejumlah rumah juga mempunyai usaha konfeksi sehingga banyak gulungan kain yang mudah terbakar.
”Kami punya kendala ketersediaan air karena di sungai atau selokan sedang susut. Di Sungai Sentiong, air bercampur dengan endapan lumpur sehingga harus disaring terlebih dulu sebelum disedot,” kata Madanih.
Tercatat ada 40 mobil pemadam yang diturunkan untuk memadamkan api, termasuk dua mobil penyaring lumpur dan penyedot air dari sungai.
Sumber api, menurut Wiharna, warga RT 001 RW 002, berasal dari rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya yang sedang bekerja. Api berkobar cepat dan merembet ke rumah tetangga. Angin juga membuat api semakin cepat membesar dan merembet ke rumah lain.
Lurah Cempaka Baru Asep Mulyawan mengatakan, kebakaran besar serupa pernah melanda daerah ini tahun 1997.
Wali Kota Jakarta Pusat Saefullah berharap warga ikut membantu menjaga permukiman dengan mematikan kompor jika bepergian. Peralatan listrik juga harus menggunakan kabel standar.
Kemarin, pihak kelurahan, kecamatan, dan Pemerintah Kota Jakarta Pusat langsung menyiapkan sejumlah kebutuhan logistik tanggap darurat bagi korban.
Camat Kemayoran Marhayadi menerangkan, dapur umum dan posko kesehatan juga telah didirikan tidak jauh dari lokasi kebakaran. Adapun untuk pengungsian digunakan dua rumah ibadah di sekitar lokasi kebakaran.
Pemkot Jakarta Pusat juga menyiapkan air bersih dan kebutuhan sekolah untuk anak-anak korban kebakaran.
Menjelang sore dan malam, dua kebakaran juga terjadi di Jakarta Timur. Kebakaran pertama terjadi di gudang penyimpanan tabung gas di Jalan Dewi Sartika dan kedua terjadi di RS Persahabatan.
Kebakaran di Dewi Sartika diduga akibat tabung gas bocor. Sumber api muncul dari gudang penyimpanan tabung gas 3 kilogram. Api kemudian menyambar ke kios di kanan dan kirinya yang digunakan tempat tinggal dan tempat usaha,
Tak ada korban jiwa dalam kejadian itu. Kerugian ditaksir mencapai Rp 300 juta.
Kebakaran di RS Persahabatan terjadi pukul 19.17 di lantai tiga bangunan rumah sakit, di area UGD, ruang istirahat dokter, dan staf rumah sakit. ”Api dapat dipadamkan menggunakan alat pemadam ringan di rumah sakit itu,” kata petugas piket Suku Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Jakarta Timur Agus.