Indikator ekonomi

Emas Picu Inflasi Jatim

Kompas.com - 02/11/2012, 03:17 WIB

SURABAYA, KOMPAS - Dalam tiga bulan terakhir, inflasi di Jawa Timur dipicu kenaikan harga emas perhiasan. Harga emas yang naik di pasaran dunia tidak mengurungkan niat konsumen di Jatim untuk membelinya.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Irlan Indrocahyo di Surabaya, Kamis (1/11), mengatakan, harga emas naik karena selain permintaan pasar meningkat, juga akibat menurunnya nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap sejumlah mata uang, termasuk rupiah.

Selain itu, inflasi Jatim pada Oktober 2012 sebesar 0,15 persen juga dipicu kenaikan biaya sewa rumah, biaya kontrak rumah, biaya masuk perguruan tinggi, serta harga daging sapi, sepeda motor, dan semen.

Secara terpisah, Sekda Jatim Rasiyo mengatakan, pada semester pertama 2012, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 7,19 persen. Pencapaian ini lebih tinggi dari periode sama tahun 2011, yakni 7,17 persen, dan 5,81 persen tahun 2010. Target semula 7,5 persen. Jika target itu terealisasi, pada 2013 pertumbuhan ekonomi diupayakan 7,7 persen.

Sayur-sayuran

Di Jawa Tengah, inflasi selama Oktober 2012 sebesar 0,12 persen, dengan Indeks Harga konsumen (IHK) sebesar 131,61 lebih tinggi dibandingkan dengan September 2012. Penyumbang inflasi tertinggi adalah kenaikan harga sayur-sayuran, yaitu sebesar 2,10 persen, seperti kenaikan harga cabai merah.

Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Tengah Jam Jam Zamachsyari, Kamis, mengemukakan, sumbangan cabai merah tidak sendirian. Komoditas lain juga memberi sumbangan inflasi, seperti pasir, emas perhiasan, daging ayam ras, dan jeruk.

”Dari empat kota, tiga kota mengalami inflasi dan satu kota deflasi. Inflasi Kota Solo sebesar 0,32 persen, Purwokerto 0,29 persen, Kota Semarang 0,07 persen, sedangkan Kota Tegal mengalami deflasi 0,10 persen dengan IHK sebesar 134,22,” kata Jam Jam. (WHO/ETA)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau