Weekend yuk!

Pulang Kantor, Langsung ke Bangka

Kompas.com - 02/11/2012, 09:07 WIB

KOMPAS.com – Pulau Bangka bisa jadi tak setenar Belitung. Padahal, kedua pulau ini berada di provinsi yang sama. Banyak pelancong domestik memilih untuk berwisata ke Belitung, tanpa melirik Pulau Bangka.

Padahal, Pulau Bangka menyimpan tempat-tempat wisata yang menarik dan lengkap. Pantai-pantai cantik berpasir putih dan laut biru menjadi pilihan untuk berwisata alam. Lalu wisata kuliner menjadi bagian yang tak boleh terlewatkan.

Penggemar kuliner bisa memanjakan lidahnya di Bangka. Sebagai daerah yang sejak lama menjadi kawasan tambang timah, Bangka menjadi rumah dari berbagai etnis. Beragam suku yang ada di Bangka, menjadikan kuliner-kuliner di pulau ini begitu khas.

Secara jarak, jika Anda datang dari ibu kota negara,  Jakarta, maka sangat mudah dan cepat dicapai melalui jalur udara. Lama tempuh hanya sekitar satu jam dengan pesawat. Nah, Anda bisa pilih penerbangan Jakarta-Pangkal Pinang paling terakhir, yaitu di sekitar pukul lima sore.

Bandara memang terletak di Pangkal Pinang, ibu kota Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Jadi, dari kantor Anda bisa cuti setengah hari, lalu langsung ke bandara untuk terbang ke Bangka. Tak perlu bawa banyak barang, cukup baju ganti untuk tiga hari dan dan obat-obatan pribadi.

Jumat. Saatnya mencicipi kuliner khas Bangka. Anda bisa makan otak-otak khas Bangka terlebih dahulu sekadar mengisi perut. Salah satu tempat yang tenar adalah “Otak-otak Depan BCA” di Jalan Masjid Jamik. Otak-otak biasanya menggunakan cocolan sambal tauco.

Setelah perut agak “terisi”, saatnya check-in di hotel. Ada banyak pilihan hotel di Bangka, mulai dari bintang dua hingga lima, maupun kelas melati. Kisaran hotel berbintang mulai dari Rp 200.000. Agar mudah, Anda bisa pilih hotel di pusat kota Pangkal Pinang.

Lepas berjalan kaki menikmati kota Pangkal Pinang di malam hari, saatnya santap malam. Salah satu pilihan bisa di Lesehan Greeng di Jalan Ahmad Yani. Uniknya, di tempat ini Anda bisa menyantap makanan rumahan khas Bangka. Menu yang harus Anda coba adalah rusip, ikan yang difermentasi dan dimakan bersama lalapan. Lalu coba juga lempah kuning dan tumisan jantung pisang.

Sabtu. Untuk sarapan, bisa saja menyantap makanan yang disediakan pihak hotel. Namun, Bangka gudangnya kuliner. Oleh karena itu, tak perlu banyak-banyak menyantap sarapan di hotel. Sisakan perut Anda untuk Mi Koba.

Diberi nama sesuai daerah asalnya yaitu Koba di Bangka Tengah, di Pangkal Pinang pun Anda bisa mencobanya. Warung Mi Koba yang tenar di Pangkal Pinang ada di Jalan Balai. Mi olahan sendiri disiram kaldu ikan serta diberi taburan tauge dan potongan daging ikan. Lezat dan cocok untuk memulai hari.

Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Belinyu. Makan waktu sekitar dua jam ke Belinyu dari Pangkal Pinang. Perhentian pertama adalah Kampung Gedong. Masuk ke kampung ini seperti terlempar ke adegan silat-silat Kungfu jadul.

Penduduk yang menetap di kampung ini adalah keturunan China yang sudah menetap sejak lama. Para leluhur mereka datang untuk bekerja sebagai penambang timah. Rumah-rumah kayu yang kuno masih berdiri tegak di kampung itu.

Jangan lupa membeli kerupuk kemplang khas Kampung Gedong. Setelah itu, mampirlah ke Goa Maria Belinyu yang berada di sebuah bukit. Lalu akhiri perjalanan di Belinyu dengan berkunjung ke kelenteng “Taman Bunga Teratai Dewi Kuan Yin” untuk mengetahui peruntungan melalui chiam si.

Minggu. Pagi hari kunjungi Bangka Botanical Garden. Dulunya kawasan ini merupakan lahan tambang timah. Setelah lama menjadi lahan mati, pemiliknya pun menyuburkan kawasan tersebut dan sekarang menjadi taman berisikan pohon pinus hingga buah naga. Kelar berfoto di Bangka Botanical Garden, cicipi juga susu segar dari sapi-sapi di peternakan yang ada di taman ini.

Setelah itu, lanjutkan perjalanan ke Pantai Pasir Padi. Makan siang bisa Anda lakukan di Restoran Istana Laut. Restoran yang bentuknya seperti kapal itu terletak persis di pinggiran Pantai Pasir Padi. Pantai Pasir Padi memiliki pantai yang landai dan luas. Anda bisa sekadar bersantai di pinggir pantai atau bahkan bermain bola.

Jangan keasyikan, sebab Anda harus membeli oleh-oleh terlebih dahulu. Aneka kerupuk kemplang sampai sambal tauco dan terasi khas Bangka bisa menjadi pilihan. Di Pangkal Pinang terdapat beberapa sentra oleh-oleh. Tetapi, perhatikan waktu, sempat Anda harus mengejar pesawat kembali ke Jakarta.

 

Ikuti ulasan wisata Pulau Bangka di topik:
Weekend Yuk! Ke Bangka

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau