Baru 10 Hari di Manado, Tewas Tertimbun Longsor

Kompas.com - 02/11/2012, 10:49 WIB

MANADO, KOMPAS.com - Nasib buruh bangunan asal Blora, Jawa Tengah ini sungguh malang. Dawion (52) yang datang ke Manado untuk bekerja sebagai buruh bangunan, Kamis (1/11/2012) kemarin tewas tertimbun tanah longsor. Padahal dia baru 10 hari berada di Manado.

Dawion kehilangan nyawa sewaktu bekerja bersama rekan buruh lainnya yang menggali fondasi di lokasi pembangunan perumahan Dream Living, Kelurahan Taas, Kecamatan Tikala, Manado.

Menurut penuturan saksi mata, siang itu hujan deras turun, mereka menghentikan aktivitas menggali fondasi dan melanjutkan pekerjaan satu jam kemudian setelah hujan reda, termasuk Dawion yang kembali turun menuju lubang pondasi yang digali sedalam sekitar 1,8 meter.

Pardi, salah satu rekan kerjanya yang berada di atas tebing menuturkan, baru saja memulai pekerjaan kembali tiba-tiba datang bunyi yang bergemuruh di sisi kanannya. "Saya syok ketika menyadari itu bunyi tanah yang longsor dan jatuh di mana Dawion berada," tutur Pardi.

Lubang untuk fondasi cakar ayam itupun tak bersisa, karena tertutupi tanah yang longsor dan menimbun Dawion di dalamnya. Upaya untuk menggali lubang dan menyelamatkan Dawion pun segera dilakukan, termasuk menggunakan alat berat eskavator.

Namun sayang ketika ditemukan sekitar pukul 11.00 Wita, nyawa Dawion sudah tidak tertolong lagi. "Dia tewas tertimbun," ujar Pardi.

Jenasah Dawion lalu dibawa ke Rumah Sakit Teling yang tak jauh dari lokasi, kemudian langsung diterbangkan ke kampung halamannya di Desa Kebonrejo, Bojonegoro, Jawa Tengah.

Kanit Reskrim Polsdek Tikala Aiptu J Parinding membenarkan kejadian ini. "Permintaan outopsi ditolak keluarga, karena dianggap sebagai kecelakaan kerja," ujar Parinding.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau