Upah buruh

Pertemuan Tiga Gubernur dan Menaker Belum Sepakati UMP

Kompas.com - 02/11/2012, 14:37 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pertemuan Gubernur DKI Jakarta, Gubernur Banten, dan Gubernur Jawa Barat dengan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi belum menghasilkan kesepakan soal upah minimum provinsi.

Setelah berdialog sekitar satu jam, pihak yang hadir di pertemuan itu tidak menyebut tentang angka sama sekali. "Hari ini Gubernur DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat berkoordinasi tentang persiapan penetapan upah minimum. Batas waktu penetapannya akan kita lakukan akhir bulan ini, sekitar tanggal 20 november," tutur Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, Jumat (2/11/2012).

Menurut Muhaimin, semua pihak yang hadir bersepakat, selain survei kebutuhan hidup layak (KHL), dewan pengupahan akan mempertimbangkan berbagai faktor. Muhaimin tidak menyebut faktor yang dimaksud meski beberapa wartawan menanyakannya.

Ketika ditanya mengenai gambaran nilai UMP, Muhaimin mengatakan belum dapat menyebutkannya. "Saya belum mengusulkan. Saya hanya memberi semacam harapan kepada para dewan pengupahan daerah untuk betul-betul menghitung faktor kebutuhan minimum hidup, terutama di DKI Jakarta," tutur Muhaimin.

Pertemuan di Kantor Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi berlangsung mulai pukul 10.00 sampai pukul 11.00. Pada saat yang sama, ratusan buruh berdemonstrasi di Jalan Merdeka Selatan di depan Balai Kota Jakarta.

Hingga saat ini, para buruh masih demonstrasi dengan memenuhi badan jalan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau