Menarik Pelancong melalui Konser Musik Sasando

Kompas.com - 02/11/2012, 15:51 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, berencana menggelar Konser Musik Sasando di Kupang pada 13 November 2012.

"Konser Musik Sasando ini digelar dalam kerangka tahun kunjungan wisata Nusa Tenggara Timur dan Sail Komodo 2013," kata Kepala Seksi Promosi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT, Bona Rumat di Kupang, Jumat (2/11/2012).

Menurut Bona, kesepakatan mengenai pelaksanaan Konser Musik Sasando itu sudah dilakukan bersama antara Kemenparekraf dan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk menetapkan waktu dan tempat pelaksanaan.

Bona mengatakan, sesungguhnya konser musik ini digelar pada Oktober lalu, tetapi tertunda karena bertepatan dengan pelaksanaan festival wisata perbatasan Timor Leste Indonesia (Timoresia) di Atambua, Ibu Kota Kabupaten Belu pada 26-27 Oktober 2012 dengan melibatkan para seniman ke dua negara.

"Kegiatan ini diinisiasi oleh Direktoral Jenderal Pemasaran Pariwisara Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai ajang promosi destinasi di wilayah perbatasan antara Indonesia-Timor Leste," katanya.

Bona memaparkan dalam Konser Musik Sasando ini diperkirakan jumlah peserta bisa mencapai 400 orang karena peminat dari berbagai usia dalam memainkan musik sasando ini cukup tinggi.

Sasando adalah salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Pulau Rote, wilayah terselatan Indonesia. Alat musik tersebut terbuat dari daun lontar yang dikeringkan dan diberi tiga helai senar yang dimain membentuk sebuah lagu.

Selain mendorong pertumbuhan pariwisata di NTT, lanjut Bona, Konser Musik Sasando ini juga sekaligus untuk melestarikan budaya bangsa dan negara yang akhir-akhir ini mulai hilang karena perubahan zaman. "Ini merupakan salah satu bentuk untuk mempertahankan identitas bangsa Indonesia," katanya.

Banyak alat musik tradisional yang punya nilai jual di dunia internasional sudah dilupakan, sehingga perlu dikembangkan kembali untuk menunjukan citra bangsa Indonesia. "Kita punya banyak alat musik tradisional yang memiliki nilai jual tinggi tetapi sudah mulai dilupakan, seperti alat musik sasando. Alat musik ini punya nilai seni dan budaya yang harus dipertahankan oleh bangsa Indonesia," ujar Bona.

Karena itu, Bona mengharapkan, Konser Musik Sasando ini bisa menjadi agenda tetap tahunan pariwisata nasional, sehingga bisa menjadi salah satu agenda menarik wisatawan berkunjung ke NTT.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau