Setelah Ditemui, Buruh Memuja-muji Basuki

Kompas.com - 02/11/2012, 18:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, akhirnya memenuhi permintaan buruh untuk kembali menemui mereka di demo buruh di halaman Balaikota DKI.

Sebelumnya, para buruh terus meneriakkan nama Basuki agar ia turun menemui pendemo. Basuki yang saat itu sedang mengadakan pertemuan tertutup dengan Dinas Pariwisata DKI mengenai masalah Kota Tua, langsung dikabari oleh ajudannya dan segera turun dari ruangannya untuk menemui pendemo.

Buruh yang sebelumnya mencari-cari Basuki, langsung memuja-muji Basuki. Mereka langsung menyambut Basuki.

"Ayo kita buat barikade untuk mengawal Pak Ahok (panggilan Basuki). Pak Ahok kelihatan gagah sekali, seperti turun dari kahyangan, mau menghampiri kita di tengah kesibukannya," kata orator demo, di Halaman Balaikota DKI, Jakarta, Jumat, (2/11/2012).

Setelah itu, Basuki langsung naik ke podium dan berorasi kepada para pendemo. "Saya kira saya telah membuat sejarah baru, Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tidak dihitung tahun ini, tapi tahun depan. Diproyeksikan ke tahun depan. Tadi kami sudah berhasil memutuskan seperti itu. Sekarang tinggal kita membicarakan Upah Minimum Provinsi (UMP)," kata Basuki.

Basuki mengatakan, hanya ingin menyampaikan pesan Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo untuk berlaku adil. "Jadi wajarkan UMP kan pasti selalu sama dengan KHL atau di atas KHL. Kami harap, kalau ada waktu kosong datang abis maghrib ke ruangan saya," katanya.

Basuki pun mengatakan, tidak akan mungkin selesai seluruh masalah tuntutan buruh. Menurut dia, menaikkan gaji berapa pun tidak akan selesai.

"Yang harus dilakukan adalah pemerintah melakukan jaminan kesehatan, pendidikan, perumahan, lapangan kerja, dan transportasi yang murah. Itu baru imbang," ujar Basuki.

Setelah kurang lebih lima menit Basuki menemui pendemo, para pendemo yang berasal dari Konfederasi Serikat Buruh Seluruh Indonesia (KSBSI), Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), dan beberapa organisasi buruh lainnya, sekitar pukul 16.00 WIB, para buruh itu pun membubarkan diri.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau