Basuki Akan Revitalisasi Wisata Kota Tua

Kompas.com - 02/11/2012, 19:40 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama bersama Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI berencana akan merevitalisasi wisata Kota Tua di Jakarta Barat.

Rencananya pada 2013 mendatang kawasan Kota Tua akan ditata agar lebih bisa menarik wisatawan.

"Kota Tua itu bagi saya terlalu bernilai, kalau disia-siakan tidak akan ada komunitas yang mengurus. Pengusaha juga tidak mau berinvestasi karena terlalu kumuh," kata Basuki, di Balaikota DKI Jakarta, Jumat (2/11/2012).

Oleh karena itu, Basuki berencana untuk mengumpulkan semua stakeholder yang memiliki kepentingan di sekitar kawasan tersebut untuk pembahasan Kota Tua lebih dalam lagi. Selain itu, ia juga akan menata Kota Tua menjadi lebih kecil.

"Kawasan Kota Tua itu tidak perlu terlalu luas. Karena hal tersebut juga akan menyulitkan untuk pengelolaannya," kata Basuki.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Arie Budhiman mengatakan, Kota Tua memang harus segera direvitalisasi. "Ya saya kira kita semua punya semangat yang sama dan visi yang sama. Pak Wagub meminta ada langkah-langkah cepat untuk Kota Tua agar segera direvitalisasi," kata Arie.

Saat ini, di kawasan tersebut ada lima zona, yakni zona Taman Fatahillah, zona Sunda Kelapa, zona Pekojan, zona Pecinan, dan zona pendukung.

"Kita akan fokus pada dua zona utama yaitu Zona Taman Fatahillah dan Zona Sunda Kelapa," katanya.

Tentunya akan ada banyak hal yang harus dilakukan oleh Pemprov DKI dalam merevitalisasi Wisata Kota Tua.

"Stakeholder enggak cuma di DKI, bangunan gedung swasta juga ada, Kementerian, dan BUMN. Tentunya Pak Wagub meminta dukungan menteri agar bisa mendukung percepatan Kota Tua itu," katanya.

Beberapa hal yang harus diperbaiki di Kota Tua antara lain, kebersihan, keamanan, ketertiban, serta pedagang kaki lima (PKL).

Bahkan berdasarkan rencana Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo, Kota Tua merupakan salah satu dari tiga kawasan yang akan dibuat Creative Public Zone. Saat ini luas Kota Tua mencapai 864 kilometer persegi.

"Ini juga baru pertemuan awal, harus mapping juga. Tadi kami baru sekedar brainstorming. Action paling awal tentu dari sisi kebijakan, ya berkirim surat dengan stakeholder Kota Tua," ujarnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau