Pengakuan itu membenarkan kecurigaan selama ini bahwa Israel berada di balik pembunuhan Wazir. Informasi rincian operasi pembunuhan Wazir oleh pasukan komando Sayeret Matkal dan dinas intelijen Mossad dimuat dalam pemberitaan harian Yediot Ahronot.
Surat kabar itu memuat artikel hasil wawancara dengan salah satu eksekutor, anggota pasukan komando, pada 12 tahun lalu. Rincian itu dipublikasikan setelah mendapat izin dari lembaga sensor militer negeri itu.
Rincian lain peristiwa itu juga diungkap majalah kemiliteran, Israel Defense, yang menyebut operasi rahasia pembunuhan Wazir itu dilakukan dengan sangat hati-hati dan dipersiapkan berbulan-bulan.
Operasi rahasia pembunuhan tokoh pendiri Fatah dan wakil pemimpin PLO, Yasser Arafat,
Dalam wawancara dengan Nahum Lev, salah seorang pengeksekusi Wazir, anggota pasukan komando, terungkap bahwa tim pengeksekusi terdiri dari 26 personel gabungan, berangkat dari sebuah pos komando di wilayah Israel.
Mereka menumpang perahu karet menyeberangi Laut Tengah dan mendarat di pantai Tunisia.
”Saya tembak dia tanpa ragu- ragu. Dia terlibat dalam banyak aksi mengerikan yang membahayakan warga sipil. Namun, saat itu saya berusaha hati-hati sekali tidak melukai istrinya yang juga muncul ketika itu,” ujar Lev.
Wawancara digelar 12 tahun lalu. Lev sendiri diketahui tewas dalam sebuah kecelakaan bermotor pada tahun 2000.
Menurut majalah Israel Defense, Lev beraksi bersama seorang rekannya yang menyamar menjadi wanita.
Lev membawa kotak besar coklat berisi senjata berperedam suara. Bersama, mereka berpura- pura menjadi pasangan turis yang tersesat.
Si ”turis perempuan” terlebih dahulu mengalihkan perhatian pengawal Wazir dengan menanyakan arah jalan. Saat sang pengawal lengah, Lev melepaskan tembakan.
Sementara itu, tim lain mengeksekusi pengawal dan tukang kebun. Menurut pengakuan Lev, Wazir sempat mencoba meraih senjatanya, tetapi kalah cepat.
Untuk ”memverifikasi” Wazir telah benar-benar tewas, tim lain menembak tubuh tokoh perlawanan rakyat Palestina tersebut berkali-kali.
Pihak Palestina telah lama mencurigai Israel terlibat dalam banyak operasi serupa selama ini. Dengan terungkapnya rincian pembunuhan Wazir tersebut, Abbas Zaki, pejabat tinggi di jajaran Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mendesak Pemerintah Tunisia bersama-sama menyeret Pemerintah Israel ke pengadilan.
Dalam kesempatan terpisah, putra Wazir, Jihad al-Wazir, yang sekarang menjabat Kepala Bank Sentral Palestina, mengaku tidak ada komentar dari pihak keluarga.