Mantra Nil Maizar Tetap Tegar

Kompas.com - 03/11/2012, 03:23 WIB

JAKARTA, KOMPAS - Masalah terus mendera Pelatih Nil Maizar dalam persiapan tim nasional menjelang Piala ASEAN Football Federation 2012. Pemain tidak lengkap, uji coba belum jelas, ditinggal satu kiper, kehilangan fisioterapis, dan lain-lain. Ia memiliki cara pandang seperti mantra agar tegar.

Hingga Jumat (2/11), Nil baru bisa mengumpulkan 17 dari 35 pemain yang ingin dia siapkan untuk Piala ASEAN Football Federation (AFF) 2012. Sebagian pemain, yaitu dari klub-klub Liga Super Indonesia (ISL), belum bergabung kecuali striker Persija Jakarta, Bambang Pamungkas.

Sebagian pemain lain, yakni dari Semen Padang, kembali ke klub mereka untuk tampil dalam uji coba melawan Persiba Bantul, Minggu besok. Pukulan berikutnya menimpa Nil Maizar ketika kiper Samsidar meminta izin meninggalkan tim untuk menandatangani kontrak dengan klub ISL, Mitra K   utai Kartanegara.

Dari 17 pemain saat ini, Nil hanya mempunyai dua kiper, yaitu Endra Prasetya dan Wahyu Tri Nugroho. Dalam sesi latihan, Jumat sore, Bambang juga tidak bisa berlatih dengan rekan-rekannya karena kakinya lecet. Ia berlatih terpisah, berlari-lari kecil mengelilingi lapangan.

Masalah lain yang dipikul Nil adalah belum jelasnya agenda uji coba tim. PSSI baru bisa memenuhi satu dari dua kali uji coba yang dimintanya, yakni melawan Timor Leste, 10 November. Akan tetapi, seperti diungkapkan Nil, tempat uji coba belum jelas.

Nil juga kehilangan tenaga fisioterapis yang sangat dibutuhkan timnas, yakni Matias Ibo, yang gajinya selama empat bulan belum dibayar PSSI.

Tidak perlu takut

Saat ditanya wartawan soal sejumlah masalah yang tengah dihadapi, Nil menyampaikan sikap tegarnya dan tidak mau cengeng menghadapi semua persoalan itu. ”Kita menghadapi segala yang ada. Kita yakin saja. Kita tidak perlu takut dengan apa yang terjadi,” tegas Nil.

Kata ”tidak takut” beberapa kali dia ulangi, plus tekad untuk ”bekerja sungguh-sungguh”. Cara pandang seperti itu, diakui Nil, membuatnya merasa enteng dalam menghadapi segudang masalah. ”Saya tidak pernah merasa terganggu. Tidak boleh. Kita maksimalkan apa yang ada. Kenapa kita harus takut,” katanya.

”Buat apa takut? Jalani saja, ikhlaskan saja. Kalau misalnya Samsidar tidak bisa datang, ya itu putusan Tuhan. Dia datang, putusan Tuhan juga. Buat apa takut-takut. Kerja saja sungguh-sungguh. Kita ikhlaskan saja sama Allah,” ujarnya.

Dalam sesi latihan sore, Jumat kemarin, ia mencoba taktik menyerang cepat lewat permainan 7 pemain vs 7 pemain, termasuk kiper, dalam satu lapangan penuh dan setengah lapangan.

Nil menyatakan tidak ada masalah dengan fisik pemain, salah satu kendala pemain Indonesia. Pada penyisihan Grup B Piala AFF 2012, yang akan digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Indonesia akan tampil tiga kali dalam tujuh hari, yakni melawan Laos (25/11), Singapura (28/11), dan juara bertahan Malaysia (1/12).

Perlunya saling dukung

Di tengah segudang masalah yang melilit timnas, bek Diego Michiels mengungkapkan, pemain berusaha saling mendukung dan menjaga kekompakan. ”Saya akan berusaha yang terbaik dan kami saling mendukung. Kami harus jadi satu tim untuk bertarung (di Piala AFF),” katanya.

Ia tidak memusingkan masalah-masalah timnas. ”Di timnas seharusnya ada fisioterapis untuk menangani masalah cedera. Saat ini, ahli fisioterapi itu tidak ada, saya tidak tahu. Pemain melakukannya sendiri,” ujarnya. ”Dengan berlatih dua kali sehari, kami merasa meningkat dalam permainan dan kami yakin bisa tampil bagus di AFF.” (SAM)

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau