Tiap Tahun, 3.000 Mahasiswa Indonesia ke Eropa

Kompas.com - 03/11/2012, 20:41 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiap tahun, lebih dari 3.000 mahasiswa Indonesia berangkat untuk merampungkan gelar S-1 dan S-2 di berbagai universitas di Eropa. Saat ini, terdapat 6.000 mahasiswa Indonesia yang masih menyelesaikan studi di benua biru ini.

Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson, mengatakan bahwa jumlah mahasiswa Indonesia yang memilih untuk belajar di Eropa terus meningkat. Banyaknya program yang ditawarkan dan kemudahan akses pendidikan di tiap negara yang ada di Eropa berhasil mendongkrak jumlah mahasiswa Indonesia ke Eropa.

"Angka yang tercatat saat ini sudah naik dua kali lipat selama empat tahun terakhir ini. Ini merupakan preseden yang baik," kata Julian, saat membuka 4th European Higher Education Fair, di Thamrin Nine Ballroom, Jakarta, Sabtu (3/11/2012).

Dia mengatakan dengan tingginya jumlah mahasiswa Indonesia yang belajar di Eropa telah membuktikan bahwa pendidikan merupakan salah satu cara paling efektif untuk mempererat hubungan multilateral dan kerja sama antara Indonesia dan Eropa.

"Melihat kondisi ini, kami akan terus meningkatkan kerja sama di bidan yang sudah berkembang dengan baik ini hingga masa yang akan datang," jelas Julian.

Ia juga memaparkan bahwa dari keseluruhan jumlah siswa yang diberangkatkan ke Eropa tersebut, sebanyak 1000 orang merupakan penerima program beasiswa untuk universitas-universitas yang membuka jalur beasiswa bagi mahasiswa non-Uni Eropa yang memiliki rekam akademik bagus.

Kondisi Eropa yang tengah mengalami krisis ternyata juga tidak menjadi masalah untuk dunia pendidikan khususnya bagi mahasiswa asing. Hal ini terbukti dengan jumlah mahasiswa asing yang masuk ke Eropa tidak pernah mengalami penurunan.

Sebelumnya diberitakan, Perwakilan dari CampusFrance, Anton Hilman, mengatakan bahwa krisis ekonomi yang tengah melanda Eropa tidak berpengaruh terhadap pendidikan di sana terutama bagi mahasiswa asing. Ia menuturkan bahwa dana tunjangan pendidikan yang diberikan pemerintah Prancis pada mahasiswa asing juga tidak mengalami pengurangan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau