Kompetisi 'Spelling Bee' Anak, Mengeja dalam 15 Detik

Kompas.com - 05/11/2012, 10:56 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Anak-anak usia sekolah itu tampak tegang ketika memperoleh soal yang diberikan oleh panitia. Mereka berusaha memahami soal kata yang diperoleh, mengingat-ingat, mengonfirmasi, dan mencoba mengejanya. Meski tegang, mereka harus tetap fokus agar dapat menganalisis soal kata dalam bahasa Inggris dan menerjemahkannya dalam ejaan. Ada yang berhasil, tetapi ada juga yang gagal.

Namun, ketegangan ternyata tak hanya ada di atas panggung. Orangtua para finalis yang menyaksikan kompetisi ini juga tak kalah tegangnya saat melihat anak-anak mereka berjuang.

Contohnya, Nita Suhari (38), ibu dari Nicolas Raffael, peserta kategori A. Putranya itu pada babak final 10 besar masuk ke dalam babak tie break karena memiliki nilai yang sama dengan finalis lainnya, Clarissa Lilananda dan Audelyn J Wong.

"Lumayan tegang, Mas!" ujar Nita saat tahu putranya dapat mengeja kata pertama dengan benar, tetapi gagal di dua kata berikutnya.

"Tapi tidak apa-apa, ini pengalaman pertamanya. Dia (Nicolas) tetap harus banyak belajar," ucapnya setelah lebih tenang.

Ini adalah cuplikan suasana kompetisi mengeja bahasa Inggris "Spelling Bee" ke-9 yang digelar English First (EF) 2012 di Jakarta, Minggu (4/11/2012). Dari 450 peserta pemenang regional, dipilih 10 semifinalis untuk masing-masing kategori A (kelas 1-3), kategori B (kelas 4-6), dan kategori C (kelas 7-9), yang akan menghadapi soal ejaan bahasa Inggris secara lisan dan langsung di hadapan para dewan juri serta penonton.

Menurut Country Manager EF English First Indonesia, Arleta Darusalam, dua tahun lalu pun para orangtua kerap menunjukkan ketegangan yang berlebih. Saking tegangnya, tak sedikit dari mereka juga yang melontarkan protes.

"Orangtua itu kadang lebih tegang, mereka tahu kok anaknya benar," katanya, menyebut bahwa tahun lalu ada orangtua yang meyakini ejaan anaknya tidak melenceng dari kata yang dibacakan pemberi soal.

Febrico, Project Manager EF English First Spelling Bee 2012, mengatakan, nilai tertinggi yang diraih pemenang ditentukan berdasarkan ketepatan serta akurasi susunan atau ejaan kata dalam waktu 15 detik saja.

"Dalam waktu itu peserta boleh menyebut katanya, baru kemudian mengeja susunan hurufnya," ujar Febrico.

Untuk tahun 2012, Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee dimulai dengan kompetisi regional yang diadakan sejak tanggal 5 Oktober 2012, di sekolah-sekolah EF English First dan EF English First Nusantara di seluruh Indonesia. Setidaknya, ada 8.255 pelajar yang bertanding di 63 cabang EF di 26 kota di seluruh pelosok Tanah Air.

Pemenang dari masing-masing sekolah itulah yang berlaga di ajang grand final. Peserta pun berasal dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, Banten, Cirebon, Bandung, Tegal, Solo, Semarang, Yogyakarta, Kediri, Tulungagung, Jember, Malang, Sidoarjo, Surabaya, Bali, Samarinda, Balikpapan, Batam, Medan, Pekanbaru, Palembang, dan Lampung.

Adapun pemenang di babak grand final ini akan mendapatkan hadiah berupa trofi nasional dan sejumlah uang tunai, serta hadiah hiburan lainnya dari sponsor. Kompetisi Nasional EF English First Spelling Bee sendiri dilaksanakan dua kali setahun sehingga para peserta akan dapat mempersiapkan kompetisi dengan lebih matang.

Final Spelling Bee tahun ini juga disemarakkan oleh kehadiran presenter kondang Choky Sitohang yang merupakan Brand Ambassador English First Indonesia 2012. Choky bertugas melakukan sosialisasi agar bahasa Inggris digunakan dengan baik dalam kehidupan sehari-hari.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau