Tenaga kerja

Buruh Sumatera Utara Ancam Mogok Massal

Kompas.com - 05/11/2012, 13:32 WIB

MEDAN, KOMPAS.com — Para buruh di Sumatera Utara (Sumut) mengancam mogok massal jika pemerintah bersikeras menjalankan kebijakan alih daya. Bagi para buruh, kebijakan alih daya merupakan bentuk perbudakan gaya baru yang merugikan rakyat kecil.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Sumut Minggu Saragih mengatakan, pemerintah dan pengusaha telah bersikap tidak manusiawi terhadap buruh karena mempertahankan kebijakan alih daya. "Yang saya sesalkan, pemerintah malah menegaskan lima sektor yang diperbolehkan menggunakan tenaga alih daya. Ini tidak sesuai dengan tuntutan kami yang menginginkan penghapusan kebijakan alih daya," kata Minggu, Senin (5/11/2012), di Medan.

Ketua Dewan Pimpinan Daerah Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI) 92 Sumut Pahala Napitupulu menambahkan, sistem alih daya sangat tidak manusiawi, pekerja dianggap sebagai barang yang hanya diambil sisi manfaatnya. Begitu tenaganya habis, mereka dibuang. Pekerja juga tidak memperoleh kepastian karier kerja dalam sistem alih daya.

Yang lebih memprihatinkan, kata dia, pekerja menjadi obyek pemerahan oleh perusahaan penyalur tenaga kerja. Upah mereka diopotong untuk keperluan yang sebenarnya tidak begitu penting bagi buruh, seperti uang administasi, uang transportasi pengangkutan, dan uang peralatan kerja.

Menurut Pahala dan Minggu, para buruh alih daya hanya mendapat upah Rp 800.000 sampai Rp 1,2 juta per bulan. Padahal, dalam nota kesepahaman antara perusahaan tempat buruh bekerja dan perusahaan penyalur tenaga kerja, upah buruh tertulis Rp 1,7 juta sampai 2,5 juta. "Terlalu besar uang yang diambil perusahaan penyalur tenaga kerja," kata Minggu.

Dia mengungkapkan, di Sumatera Utara terdapat 10.678 perusahaan. Sebanyak 75 persen di antaranya memberlakukan sistem alih daya. Satu perusahaan menggunakan tenaga kerja alih daya sampai 300 orang.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau