Pilpres as

Mengenal Ke-12 "Battleground States"

Kompas.com - 05/11/2012, 19:34 WIB

KOMPAS.com - Dalam sistem pemilihan presiden AS, ada yang disebut sebagai Battleground States, atau bisa dikatakan sebagai negara-negara bagian yang suara pemilihnya menjadi rebutan para kandidat calon presiden.

Ada 12 negara bagian yang masuk katagori battleground states ini, yang secara tradisional negara-negara bagian ini bukanlah ladang kemenangan bagi Demokrat atau Republik. Namun, seringkali negara-negara bagian ini menjadi penentu kemenangan seorang kandidat.

Berikut, Kompas.com mengulas profil ke-12 battleground states, peluang kedua kandidat plus hasil jajak pendapat yang dilakukan realclearpolitics.com:

TIGA BESAR

1. Negara Bagian Ohio (18 suara elektoral)

Ohio mungkin menjadi negara bagian paling krusial di antara 12 battleground states. Di saat industri Ohio sedang terpuruk, nampaknya suara negara bagian ini cenderung akan diberikan kepada Barack Obama. Pada 2004, Ohio memberikan suaranya kepada George W BUsh (Republik). Jajak pendapat realclearpolitics.com mengunggulkan Obama 2,3 persen dari Romney.

2. Negara Bagian Florida (29 suara elektoral)

Negara bagian berjuluk Sunshine States ini tak hanya terkenal dengan pantai dan mataharinya. Florida juga menjadi idola para kandidat calon presiden AS. Dengan suara elektoral terbesar, maka Florida menjadi magnet utama. Pada pilpres 2000, Florida yang menentukan kemenangan George W Bush. Jajak pendapat realclearpolitics.com mencatat keunggulan Romney 1,2 persen di atas Obama.

3. Negara Bagian Virginia (13 suara elektoral)

Pada pilpres 2008 untuk pertama kalinya Virginia memilih capres Demokrat sejak 1964. Negara bagian yang terletak di sebelah utara Washington DC menjadi biru empat tahun lalu. Namun, kini pertarungan sesungguhnya terpusat di sekitar Norfolk, lokasi sejumlah pangkalan militer besar. Dengan kebijakan pengetatan anggaran militer di masa Obama, maka Romney akan unggul tipis di sini. Jajak pendapat realclearpolitics, Romney ungguli Obama dengan selisih 0,5 persen.

PERTARUNGAN KETAT

4. Negara Bagian Colorado (9 suara elektoral)

Colorado dibanjiri pendatang dari California dan tempat-tempat lain. Negara bagian pegunungan yang biasanya memihak Republik kini lebih cenderung mengikuti Demokrat. Colorado memberikan suaranya untuk Obama pada 2008. Tahun ini, sang petahana nampaknya agak sulit mempertahankan basis pendukungnya. Sehingga dia hanya unggul tipis 0,5 persen dari Romney.

5. Negara Bagian New Hampshire (4 suara elektoral)

Dengan kondisi berimbang seperti saat ini, maka suara dari negara bagian kecil seperti New Hampshire menjadi sangat berharga. Obama sudah berkampanye di New Hampshire setidaknya enam kali, sementara Romney delapan kali. Keunggulan tipis masih ada di tangan Obama dengan selisih hanya 1 persen.

6. Negara Bagian Iowa (6 suara elektoral)

Pada pemilu 2008, Iowa memberikan pilihannya untuk Barack Obama. Di sini Obama unggul dengan perbedaan 1,3 persen.

7. Negara Bagian Nevada (6 suara elektoral)

Ibukota judi Amerika Serikat ini tengah didera angka pengangguran tinggi dan krisis kredit macet. Di saat angka pengangguran nasional menurun, jumlah pengangguran di Nevada tetap tinggi. Obama berhasil meraup dukungan dari warga keturunan Spanyol, namun sebagian besar warga Nevada menilai Obama tak cukup cepat memperbaiki kondisi ekonomi. Meski demikian, Obama masih unggul 2,4 persen.

8. Negara Bagian North Carolina (15 suara elektoral)

Pada 2008 lalu, di Negara Bagian yang cenderung mendukung Republik ini, Obama memenangkan pertarungan dengan selisih beberapa ribu suara saja. Obama sempat mendukung pernikahan gay tahun ini, namun warga North Carolina menolaknya. Akibatnya Obama tertinggal 3,8 persen dari Romney.

9. Negara Bagian Wisconsin (10 suara elektoral)

Keberadaan sang gubernur yang berasal dari Partai Republik, ternyata sangat berpengaruh. Mesin politik Republik di negara bagian ini berputar kencang. Akibatnya, dukungan untuk Obama menurun. Apalagi, pasangan Romney, Paul Ryan berasal dari negara bagian ini. Meski demikian, Obama diprediksi masih unggul dengan selisih 4 persen.

POTENSIAL MENGEJUTKAN

10. Negara Bagian Pennsylvania (20 suara elektoral)

Berbagai jajak pendapat di Pennsylvania, seperti halnya di Iowa, menunjukkan dukungan untuk Obama sangat tinggi setidaknya hingga enam pekan lalu. Namun, kini kekuatan kedua kandidat berimbang. Pada 2010, Pennsylvania memilih gubernur dan senator dari Republik. Selain itu dukungan untuk Romney cukup besar di sini. Meski begitu, Obama masih unggul 4,6 persen.

11. Negara Bagian Michigan (16 suara elektoral)

Michigan belum pernah memenangkan presiden dari Partai Republik sejak 1988 dan Obama masih menjadi favorit di sini. Namun, dalam sejumlah jajak pendapat terbaru jumlah dukungan Obama dan Romney seimbang. Keputusan Obama memberikan dana talangan untuk dua perusahaan otomotif raksasa GM dan Chrysler, ditentang Romney. Namun keputusan itu dinilai sebagai langkah tepat menyelamatkan salah satu industri terpenting Michigan. Faktor ini bisa menjadi penentu. Obama unggul 3 persen di Michigan.

12. Negara Bagian Minnesota (10 suara elektroral)

Satu jajak pendapat terbaru memberikan hasil yang cukup mengejutkan, Obama hanya unggul tiga angka atas Romney di negara bagian yang biasanya menjadi lahan kemenangan Demokrat ini. Ada dugaan, Minnesota mulai cenderung bergerak ke tengah dari kiri liberal selama ini. Namun, "Tanah 10.000 Danau" ini belum pernah memilih presiden dari Republik sejak Richard Nixon pada 1971. Obama unggul jauh 5 persen dari Romney.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau