Timur tengah

Lima Bom Meledak di Bahrain, 2 Tewas

Kompas.com - 05/11/2012, 19:51 WIB

MANAMA, KOMPAS.com - Kepolisian Bahrain mengatakan lima bom meledak di beberapa tempat di ibukota Bahrain, Manama, dan menewaskan dua pekerja asing serta melukai satu orang lainnya.

"Terdapat lima ledakan bom rakitan pada Senin pagi," demikian pernyataan kepolisian Bahrain.

Ledakan terjadi antara lain di distrik Gudaibiya dan Adliya.

Dua korban tewas dan satu korban luka adalah pekerja dari Asia selatan. Kantor berita Bahrain melaporkan pengeboman pada Senin (05/11/2012) merupakan tindakan terorisme. Istilah tersebut biasanya digunakan untuk merujuk pada serangan yang dilakukan oleh aktivis oposisi.

Wartawan BBC untuk kawasan Timur Tengah Jon Leyne mengatakan salah satu korban tewas setelah secara tidak sengaja meledakkan bom dengan menendangnya.

"Polisi sebelumnya menjadi sasaran beberapa serangan di Bahrain, tetapi serangan di pusat Manama seperti ini jarang terjadi," kata Leyne.

"Serangan ini mungkin menunjukkan bahwa oposisi sekarang beralih ke jalan kekerasan setelah pemerintah baru-baru ini melarang semua demonstrasi," tambahnya.

Pekan lalu pemerintah Bahrain mengeluarkan peraturan yang berisi larangan bagi semua demonstrasi sebagai jalan meredam kekacauan di kerajaan itu.

Namun bentrokan antara pemrotes dengan pihak keamanan belum mereda, termasuk pelemparan bom molotov ke tiga kantor polisi pada Minggu (04/11).

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau