Tim Robot UGM Raih Perunggu di IRC 2012 Korea

Kompas.com - 05/11/2012, 20:51 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tim robot divisi humanoid UGM, Alfarobi, berhasil meraih medali perunggu pada International Robot Contest (IRC) 2012 yang diselenggarakan di Korea Selatan pada tanggal 25-28 Oktober 2012 lalu.

Tim robot UGM ini berhasil meraih medali perunggu setelah bertarung dengan tim-tim robot dari 10 negara di dunia, di antaranya Korea, Jepang, Amerika, China, Inggris, Kanada, Meksiko, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia.

Tim Alfarobi terdiri dari Hadha Afrisal, Ridwan Wicaksono (Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi 2009), Widhi Yoga S (Jurusan Teknik Mesin 2009), Bryan Novega, Sigit Diantoro (Jurusan Elektronika dan Instrumentasi 2009) dengan dosen pembimbing Bakhtiar Alldino Ardi Sumbodo, S.Si.

"Keikutsertaan dalam kompetisi tingkat internasional ini merupakan pengalaman penting bagi tim robot UGM, selain untuk menambah pengalaman juga untuk mengetahui perkembangan robotika dunia," kata Alldino, Senin (5/11/2012).

Alldino menjelaskan, pada kompetisi ini tim robot UGM membawa 5 buah robot humanoid untuk dipertandingkan dalam kompetisi tersebut. Kelima robot tersebut yaitu Alfa, Faro, Robi, Joko Kelono dan Aura. Dalam kompetisi, robot-robot humanoid diharuskan melakukan beberapa misi, antara lain object collection (menempatkan benda sesuai tempatnya), survival attack (duel mempertahankan wilayah), survival marathon (lomba lari marathon), autonomous penalty shoot-out (tendangan penalti), autonomous walking (berjalan mengitari lintasan putih), dancing, dan beberapa misi lainnya.

"Pada kategori object collection robot humanoid UGM berhasil meraih medali perunggu," jelas Alldino.

Selain meraih medali perunggu, pada kategori autonomous penalty shoot-out, 2 robot humanoid UGM berhasil menempati peringkat ke-3 dan ke-4. Selain itu, pada kategori survival attack dan survival marathon, tim robot UGM juga berhasil masuk babak semifinal.

Alldino menambahkan, keunggulan tim robot UGM ini mendapat apresiasi yang bagus dari para peserta lain. Apalagi saat mereka melihat keterbatasan baik di bidang pendanaan maupun suku cadangnya. Dari capaian ini, tim berharap keberlangsungan riset robotika, khususnya di bidang humanoid akan dapat terus berkembang, mengingat teknologi robot humanoid di Indonesia masih tergolong baru dan membutuhkan resources yang lebih baik.

"Untuk itu kita juga tengah merintis kerjasama riset jangka pendek untuk robot ini dengan pihak Korea," ujar Alldino.

Pada kesempatan yang sama, ketua tim robot UGM, Hadha Afrisal, mengatakan keikutsertaan Indonesia pada IRC 2012 ini baru pertama kali. Pada tahun 2005, IRC hanya diikuti oleh 4 negara saja, yaitu AS, Jepang, Korea dan China. Keikutsertaan negara lain pada kompetisi tersebut telah mulai dibuka tahun 2011 lalu.

"Kebetulan pada tahun 2012 ini, dari Indonesia hanya tim robot UGM yang diundang untuk mewakili Indonesia," kata Hadha.

IRC 2012 Korea merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan oleh Ministry of Knowledge Economy Korea. Tahun 2012 merupakan tahun ke-7 diselenggarakannya event ini dan diikuti oleh tim-tim dari 10 negara. Di antaranya Korea, Jepang, Amerika, China, Inggris, Kanada, Meksiko, Malaysia, Myanmar, dan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau