KOMPAS.com - Warta termutakhir menunjukkan pihak pemerintah Suriah menuding kelompok oposisi meledakkan sebentuk alat di Distrik Al-Mazzeh, Damaskus pada Senin (5/11/2012). Televisi propemerintah Al-Ekhbaria memberitakan hal itu.
Menggunakan kata "teroris" untuk menyebut kelompok oposisi, pemerintah Suriah dalam tayangan itu mengatakan adanya korban luka dalam insiden itu. "Kepulan asap pun ada di tempat ledakan," kata media tersebut.
Korban luka dalam kejadian itu termasuk anak-anak. "Mereka dalam kondisi kritis," warta televisi itu.
Ledakan di Damaskus itu bersamaan dengan ledakan bom mobil bunuh diri di Provinsi Hama. Sampai kini, masih dilakukan pencarian data mengenai kedua insiden itu.
Hingga kini, ledakan menjadi semacam keseharian di seluruh wilayah Suriah. Sementara, baku tembak antara pasukan pemerintah dengan kelompok oposisi makin menjadi-jadi.
Sebuah kelompok bayangan di bawah naungan jaringan Al Qaeda yang menyebut diri Al-Nusra sempat mengaku bertanggung jawab di balik kebanyakan ledakan tersebut. Krisis Suriah, sekarang, sudah memasuki bulan ke 20.