Athena, Senin
Yunani, yang sedang bangkrut karena timbunan utang selama bertahun-tahun, kini hanya bisa bergantung pada uluran tangan troika, yakni Uni Eropa (UE), Bank Sentral Eropa (ECB), dan Dana Moneter Internasional (IMF). Para investor di pasar sudah menghentikan kucuran pinjaman ke Yunani lewat pembelian obligasi pemerintah karena posisi utang negara itu sudah menggunung.
Selama bertahun-tahun, Yunani hidup dari tumpukan utang. Kini pasar enggan memasok utang baru karena berpotensi gagal bayar. Itu sebabnya troika masuk untuk menyelamatkan.
Namun, troika menuntut persyaratan berat, yakni Yunani harus menghemat pengeluaran negara, mengurangi paket sosial untuk warga, dan mereformasi ekonomi. Dalam paket reformasi itu termasuk semacam keharusan untuk melakukan swastanisasi terhadap sejumlah perusahaan negara yang tak efisien.
Troika sudah beberapa kali mengucurkan dana talangan yang dilakukan secara bertahap. Akan tetapi, kucuran tahap berikutnya dihentikan karena troika tak yakin Yunani bersedia memenuhi persyaratan ketat itu.
Pemerintah Yunani di bawah Perdana Menteri Antonis Samaras mengajukan paket penghematan pengeluaran negara kepada parlemen, Senin (5/11). Pemerintah berusaha mendapat legalitas dari parlemen untuk pengurangan gaji pegawai dan penghematan lainnya.
”Ini adalah pengurangan terakhir untuk gaji pegawai dan manfaat pensiun,” kata PM Samaras berjanji di hadapan Partai Demokrasi Baru. ”Kami berjanji menghindarkan Yunani terlepas dari zona mata uang tunggal euro dan untuk itulah kita harus melakukan penghematan,” kata Samaras.
Paket itu, antara lain, meminta pengurangan anggaran sebesar 13 miliar dollar AS ditambah rencana kenaikan pajak. Di dalam paket juga dicantumkan soal kebebasan untuk merekrut dan memecat pegawai sesuai situasi.
Paket tersebut diperkirakan lolos di parlemen. Jika berhasil, Yunani akan menerima dana 31,5 miliar euro dari troika, yang seharusnya sudah diberikan pada Mei 2012.
Akan tetapi, rakyat dan oposisi mengancam mogok jika paket itu dijalankan. Warga mengancam, walaupun parlemen menyetujui paket itu, aksi mogok akan tetap dilangsungkan jika penghematan itu dijalankan pemerintah.
Para pemimpin serikat buruh mengatakan, paket itu hanya akan memperdalam resesi. ”Aksi protes yang kami lakukan bertujuan menghindarkan negara semakin terpuruk menuju resesi lebih dalam dan menghancurkan fabrikasi sosial,” kata Yannis Panagopoulos, Ketua GSEE, serikat pekerja pegawai swasta.
Kemarahan warga juga mengemuka. ”Saya ingin pemerintahan ini terjatuh. Mereka harus masuk ke neraka,” kata Vassiliki Trimopoulou (60), perempuan yang baru saja memasuki usia pensiun.
Dari sudut pandang para ekonom, perekonomian yang sedang lesu seharusnya menerima suntikan dana besar dari pemerintah agar kembali bangkit. Namun, pihak troika, terutama Jerman di bawah Kanselir Angela Merkel, mengatakan, jika Yunani tidak menelan pil pahit penghematan, akar masalah ekonomi Yunani tak akan pernah terselesaikan.