Anak Rajin Gosok Gigi, Kenapa Masih Bau Mulut?

Kompas.com - 06/11/2012, 07:39 WIB

TANYA :

Dok, saya mempunyai anak berumur 4 tahun. Anak saya ini mengalami bau mulut. Apakah bau mulut tersebut pengaruh dari giginya yang krepes dan berlubang? Supaya tidak bau mulut bagiamana cara mengatasinya? Padahal, ia sudah saya dibiasakan untuk menyikat gigi,  tapi bau mulutnya tetap ada. Apakah penyebab bau mulutnya itu? Apakah ada penyakit lain yang menyebabkan bau mulut? Terima kasih banyak, ditunggu jawabannya.

(Ike, 35, Tangerang)

JAWAB :

Ibu Ike yang baik,

Sekilas mengenai bau mulut atau dalam istilah kedokteran giginya adalah halitosis merupakan bau yang timbul akibat proses bakteri di dalam mulut. Komponen utama bakteri yang menyebabkan bau mulut adalah hidrogen sulfida dan merkaptan.

Penyebab bau mulut pada anak-anak antara lain :
 
1.    Adanya penyakit jaringan pendukung gigi
2.    Aliran air ludahnya kurang
3.    Tambalan yang tidak tepat
4.    Kumpulan bakteri yang berlebihan di lidah
5.    Sisa makanan yang terdapat di saku gusi
6.    Adanya penyakit sistemik
7.    Konsumsi obat tertentu
8.    Gangguan pencernaan

Hal-hal yang anda bisa lakukan untuk mencegah bau mulut adalah:

1.    Melakukan penyikatan gigi dengan teknik yang tepat dan optimal, yaitu dengan gerakan melingkar besar agar lebih mudah ditiru anak. Buatlah suasana menyikat gigi jadi menyenangkan dan tidak monoton, sehingga anak tidak terburu-buru dalam melakukan sikat gigi. Tidak lupa anda harus ikut membersihkan ulang gigi anak anda, sehingga pembersihan gigi lebih maksimal. Gunakan juga kain kasa yang dibasahi air matang, untuk membersihkan lidah anak anda.

2.    Merangsang aliran air ludah dengan cara banyak makan buah yang berserat dan sayuran hijau, serta banyak mengkonsumsi air mineral,

3.    Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang manis diantara waktu makan utama, untuk mencegah terjadinya gigi berlubang yang dapat menimbulkan bau mulut.

4.    Jika anak anda memiliki kebiasaan minum susu (ngedot) sebelum tidur atau sambil tidur, maka anda harus memberikan air putih setelahnya. Kemudian bersihkan gigi dan lidah anak anda menggunakan kain kasa yang dibasahi air matang.

5.    Rutin melakukan pemeriksaan dan pembersihan karang gigi di Dokter Gigi.

6.    Memperbaiki tambalan gigi yang tidak baik di Dokter Gigi.

7.    Melakukan penambalan gigi pada gigi yang berlubang.

8.    Jika anak anda memiliki penyakit sistemik tertentu atau penyakit gangguan pencernaan, sebaiknya segera konsultasikan ke Dokter Spesialis yang berkompeten, untuk segera dilakukan perawatan.

Sebaiknya saat ini, ibu pergi ke Dokter Gigi Spesialis Gigi Anak (Drg., SpKGA). Minta kepada beliau untuk dilakukan pemeriksaan rongga mulut secara menyeluruh. Mana saja yang perlu ditambal, dilakukan pencabutan, atau pembersihan karang gigi. Ceritakan juga riwayat kesehatan umum anak anda kepada beliau.

Setelah itu, anda dapat menerapkan beberapa saran yang telah saya berikan di atas.

Demikian Ibu Ike, semoga anak anda lekas membaik.

Salam gigi sehat.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Halaman:
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau