Bencana banjir

Warga Medan Gunakan Batang Pisang untuk Rakit

Kompas.com - 06/11/2012, 18:55 WIB

SERDANG BEDAGAI, KOMPAS.com-Warga Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menggunakan batang pisang sebagai rakit untuk menyisati bencana banjir.

Rakit ini efektif untuk menopang aktivitas warga meskipun sekadar untuk melihat kondisi rumah atau untuk meminta bantuan logistik.  Hal itu antara lain dilakukan Yusuf Lubis (29), warga Desa Sei Rampah yang memilih bertahan di rumahnya.

Dia tidak bersedia mengungsi meskipun banjir setinggi 1,5 meter mengepung rumahnya. "Anak saya tidak mau ikut mengungsi. Tidak mungkin saya meninggalkannya sendirian di rumah. Makanya saya bertahan di rumah," ujarnya, Selasa (6/11/2012).            

Untuk memenuhi kebutuhan bahan makanan atau obat-obatan, Yusuf menggunakan rakit dari batang pisang. Lima batang pisang dia kaitkan dengan sebatang bambu. Dengan rakit inilah dia bermobilisasi. Rakit itu kadang dia lapisi tikar plastik dan bantal untuk ditiduri anaknya, Santi (9).            

Puluhan warga lainnya menggunakan rakit batang pisang ini untuk mengambil air bersih. Dengan meletakkan ember di atas rakit, mereka membelah banjir menuju posko tempat bantuan air bersih disediakan. Tak sedikit anak-anak usia sekolah dasar bermain banjir sambil menaiki rakit bambu ini.

"Inilah 'perahu' kami. Soalnya kami tak aada perahu karet," kata Romi Nasution (43). Untuk membantu aktivitas warga, Kecamatan Sei Rampah  mengoperasikan dua perahu karet.

Tapi tentu saja itu tidak mencukupi untuk melayani semua warga. Nah, rakit batang pisang menjadi salah satu solusinya.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau