Lakalantas di Ambon Dominan Akibat Miras

Kompas.com - 06/11/2012, 19:57 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Tercatat di bulan Oktober tahun 2012 ini, dua puluh tujuh orang pengendara sepeda motor meninggal dalam kecelakaan lalu lintas (lakantas) yang terjadi di sejumlah lokasi di Kota Ambon. Kebanyakan dari pengguna jalan yang tewas ini karena mengonsumsi minuman keras (miras) saat berkendara, dan sebagian tidak menaati rambu lalu lintas.

Informasi itu disampaikan Kanit Lakalantas Polres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Ipda Meity Jacobus kepada waratawan, di Mapolres Pulau Ambon dan Pulau-Pulau Lease, Selasa (6/11/2012).

"Dari dua puluh tujuh pengendara yang meninggal itu, kebanyakan dari mereka karena mengonsumsi miras. Sedangkan sisanya adalah pengendara yang tidak menaati rambu lalu lintas," jelasnya.

Pengendara yang mengalami luka berat akibat lakalantas, kata dia, sebanyak 20 orang dan luka ringan 13 orang. Dia mengungkapkan, kerugian materil akibat lakalantas di Ambon dalam kurun waktu 1 bulan mencapai Rp 80 juta lebih.

Menurutnya, lakalantas yang terjadi di Ambon, beragam. Mulai dari kecelakaan tunggal, kecelakaan antara motor dan motor serta mobil dan motor. Sedangkan, sisanya pengendara yang tidak menaati rambu lintas, seperti melambung di tikungan dan pelanggaran lainnya.

"Penyebab lakalantas tersebut merupakan yang paling sering ditemui saat terjadi kecelakaan," jelasnya.

Ia mengakui, jumlah pengendara yang tewas akibat lakalantas di bulan Oktober ini jumlahnya lebih banyak dibanding September lalu. Untuk menekan angka lakalantas pada bulan November ini, pihaknya gencar melakukan sosialiasi kepada pengendara dengan terus melakukan sweeping terhadap kelengkapan kendaraan bermotor.

"Selain itu, juga melakukan sosialisasi di sekolah-sekolah. Pasalnya lakalantas yang terjadi di Kota Ambon paling banyak didominasi pelajar pada Sekolah Menengah Atas (SMA)," tandasnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau