Ibu Ini Pergoki Suami Perkosa Anaknya

Kompas.com - 06/11/2012, 23:21 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Pemerkosaan terhadap Y, bocah berumur 7 tahun, oleh ayah tirinya, NA (30), terungkap setelah ibu kandung korban memergoki suaminya tengah berbuat tak senonoh terhadap putrinya. Sudah empat kali NA memerkosa Y tanpa sepengetahuan istrinya.

Saat Kompas.com menemui Y di Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (6/11/2012), ia mengatakan bahwa tindakan bejat ayah tirinya itu pertama kali dilakukan di tempat kerja NA. Tak puas dengan perbuatan itu, pelaku kemudian mengulangi lagi hal itu, tetapi korban tidak mengetahui lokasi kedua tersebut. Yang ia tahu saat itu ia diajak keluar rumah oleh NA, kemudian diperkosa lagi.

Menurut korban, kejadian ketiga dilakukan sang ayah di sebuah mal di Jalan Daan Mogot, sedangkan kejadian terakhir berlangsung di rumahnya sendiri. Setiap melampiaskan nafsunya, NA yang biasa bekerja sebagai kuli bangunan selalu mengancam korban untuk tidak menceritakan kejadian itu kepada orang lain.

Zet Faiz (40), tetangga korban, mengatakan bahwa kelakuan pelaku diketahui sang istri saat NA melakukan hal itu untuk keempat kali. Saat itu, YL, ibu korban, baru saja pulang mencari daging kurban. Saat membuka pintu, YL melihat pelaku tengah memerkosa korban.

YL yang terkejut langsung bertanya kepada korban mengenai apa yang telah terjadi. Zet menambahkan, setelah YL memergoki kelakuan suaminya, ia segera membawa anaknya ke puskesmas terdekat. Dari hasil pemeriksaan, diketahui bahwa ada kerusakan dalam organ vital korban.

Mengetahui anaknya telah diperkosa, YL malah meninggalkan anaknya di rumah dan memilih kabur bersama suaminya. Saat ini, korban tinggal bersama neneknya yang sudah berusia 80 tahun.

Pelaku kemudian ditangkap oleh tetangga korban dan kemudian diserahkan ke Polsektro Kalideres. Pelaku ditangkap di Rawa Lele, Citra 1, Kalideres, Jakarta Barat. Saat ini, pelaku dilimpahkan ke Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Jakarta Barat. Pelimpahan tersebut dilakukan karena korban masih di bawah umur.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau