Kolaka

Dianiaya Ayah Tiri, Bocah 14 Tahun Lapor Polisi

Kompas.com - 07/11/2012, 12:44 WIB

KOLAKA, KOMPAS.com - Perlakuan Mar kepada anak tirinya yang berinisal SD (14) sudah melewati batas. Terbukti, anak perempuan yang konon kerap mendapat perlakuan kasar itu akhirnya melaporkan perbuatan ayahnya ke polisi. Ditemani tantenya, SD mendatangi kantor Kepolisian Sektor Kolaka, Rabu (7/11/2012).

Menurut pengakuan tante SD, Hal, awalnya SD yang sedang berada di rumah tiba-tiba dipukuli berulang-ulang di bagian wajah oleh Mar. Bahkan, anak tersebut diinjak, hingga beberapa bagian tubuhnya bengkak.

"Setelah kejadian itu, kita paksa dia untuk bercerita kenapa dia dipukul. SD semula enggan bercerita kalau dia sering dipukuli oleh ayah tirinya, setelah didesak barulah dia bercerita seperti apa perlakuan kasar sang ayah tiri kepadanya. Kita paksa dia untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Anak ini memang takut bercerita karena sudah diancam sama ayah tirinya agar tidak menceritakan kepada orang lain," ungkap Hal.

"Saya sangat terpukul dengan perlakuan Mar ini. Kemenakan saya kan itu anak yatim jangan dikasari seperti itu, apalagi dia perempuan dan masih kecil," ceritanya sambil menangis.

SD diduga kuat mengalami trauma dan tak berani kembali ke rumahnya. "Saya takut tinggal di rumah kalau ada bapak tiri saya. Makanya saya sering ke rumah tante. Dia memukul saya sejak dua tahun lalu, biasa saya di injak-injak seperti binatang," tegas SD.

SD mengaku bersekolah di Pesantren Tahoa. "Sejak kelas satu Tsanawia selalu saya dipukuli baru ibu kandung saya juga tidak pernah berbuat apa-apa," tuturnya.

Saat ini penyidik Sentra pelayanan kepolisian Polres Kolaka masih mengembangkan kasus tersebut. Identitas pelaku pun sudah terungkap dan diketahui bekerja di salah satu perusahaan tambang yang ada di Kolaka. 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau