KOLAKA, KOMPAS.com - Perlakuan Mar kepada anak tirinya yang berinisal SD (14) sudah melewati batas. Terbukti, anak perempuan yang konon kerap mendapat perlakuan kasar itu akhirnya melaporkan perbuatan ayahnya ke polisi. Ditemani tantenya, SD mendatangi kantor Kepolisian Sektor Kolaka, Rabu (7/11/2012).
Menurut pengakuan tante SD, Hal, awalnya SD yang sedang berada di rumah tiba-tiba dipukuli berulang-ulang di bagian wajah oleh Mar. Bahkan, anak tersebut diinjak, hingga beberapa bagian tubuhnya bengkak.
"Setelah kejadian itu, kita paksa dia untuk bercerita kenapa dia dipukul. SD semula enggan bercerita kalau dia sering dipukuli oleh ayah tirinya, setelah didesak barulah dia bercerita seperti apa perlakuan kasar sang ayah tiri kepadanya. Kita paksa dia untuk menceritakan apa yang sebenarnya terjadi. Anak ini memang takut bercerita karena sudah diancam sama ayah tirinya agar tidak menceritakan kepada orang lain," ungkap Hal.
"Saya sangat terpukul dengan perlakuan Mar ini. Kemenakan saya kan itu anak yatim jangan dikasari seperti itu, apalagi dia perempuan dan masih kecil," ceritanya sambil menangis.
SD diduga kuat mengalami trauma dan tak berani kembali ke rumahnya. "Saya takut tinggal di rumah kalau ada bapak tiri saya. Makanya saya sering ke rumah tante. Dia memukul saya sejak dua tahun lalu, biasa saya di injak-injak seperti binatang," tegas SD.
SD mengaku bersekolah di Pesantren Tahoa. "Sejak kelas satu Tsanawia selalu saya dipukuli baru ibu kandung saya juga tidak pernah berbuat apa-apa," tuturnya.
Saat ini penyidik Sentra pelayanan kepolisian Polres Kolaka masih mengembangkan kasus tersebut. Identitas pelaku pun sudah terungkap dan diketahui bekerja di salah satu perusahaan tambang yang ada di Kolaka.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang