Obama: Ini Terjadi karena Kalian, Terima Kasih!

Kompas.com - 07/11/2012, 13:17 WIB

WASHINGTON, KOMPAS.com - Presiden AS Barack Obama kembali meraih kursi Gedung Putih, Selasa (6/11) waktu setempat, untuk masa jabatan kedua selama empat tahun ke depan.

Obama menciptakan kemenangan bersejarah lagi. Dengan menantang arus pemulihan ekonomi yang lambat dan angka pengangguran yang tinggi, ia mengalahkan lawannya dari Partai Republik Mitt Romney yang selama masa kampanye menjanjikan cara pemulihan ekonomi yang cepat dan jitu.

Dengan kemenangannya itu, Obama menjadi kader Partai Demokrat kedua yang meraih masa jabatan empat tahun kedua di Gedung Putih sejak Perang Dunia II. Kemenangannya kali, walau penghitungan suara total belum selesai, ditentukan oleh raihan suara elektoral di Negara Bagian Ohio. Obama telah meraih 275 electoral votes dengan menang di Ohio. Walau pemungutan suara dari sejumlah negara bagian yang masuk kategori swing states, seperti Florida dan Virginia, masih harus dipastikan, Obama sudah memiliki 275 electoral votes, lebih dari 270 yang dibutuhkan untuk meraih kuris Gedung Putih.

"Hal ini terjadi karena kalian. Terima kasih," demikian kicauan Obama kepada 22 juta pengikutnya di Twitter menyusul kemenangannya itu.

Kegembiraan pun membahana di pesta kemenangan Obama di Chicago saat presiden Amerika-Afrika pertama itu memastikan tempatnya aman di Gedung Putih untuk empat tahun ke depan.

Selama ini, para pembantu Romney meramalkan bahwa gelombang terakhir kampanye Romney akan menyapu Obama dari Gedung Putih setelah masa jabatannya dihantui pemulihan yang lambat terhadap krisis ekonomi terburuk sejak Depresi Besar tahun 1930-an dan angka pengangguran yang tinggi. Namun sorak-sorai terdengar di markas Obama ketika jaringan televisi memproyeksikan bahwa Obama akan mempertahankan Pennsylvania dan 20 electoral votes-nya. Pesta pun berkembang makin liar karena jaringan televisi juga menyebut Obama menang di Wisconsin dan Michigan.

Obama menunggu kepastian nasibnya di kampung halamannya di Chicago, sementara Romney, seorang mantan manajer investasi multi-jutawan dan mantan gubernur Massachusetts berbaring di sebuah hotel di Boston untuk menunggu hasil pemilihan.

Sementara suasana di markas Romney di Boston berkembang jadi sendu sepanjang malam saat para partisan menatap ponsel pintar mereka. Para pendukung Partai Republik yang kecewa terlihat meninggalkan tempat yang telah direncanakan sebagai lokasi perayaan kemenangan Romney di pusat kota Washington. Kekalahan di New Hampshire, di mana Romney punya sebuah rumah musim panas dan di Wisconsin, tempat asal calon wakil presiden Partai Republik Paul Ryan sangat memuakkan bagi Partai Republik.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau