ALGER, KOMPAS.com -- Pemerintah Aljazair akan segera mengirim delegasi ke Indonesia guna mempelajari pengelolaan jamaah haji, mulai dari berangkat sampai pulang kembali ke Tanah Air. Aljazair terkesan atas keberhasilan Indonesia mengelola sekitar 200 ribu jamaah haji setiap tahun.
Hal itu diungkapkan Menteri Agama dan Wakaf Aljazair Bouabdullah Ghulamallah saat menerima Dubes RI untuk Aljazair Ahmad Ni'am Salim di kantor Kemenag Aljazair, Senin (5/11/2012). Hadir dalam pertemuan itu juga pejabat fungsi politik KBRI Alger Iskandar Abdullah, staf politik dan penerjemah Almunir Mukhtar dan Sekretaris Dubes Muhammad Nur Hayid.
"Sepulang dari Tanah Suci, nanti kami akan segera mengirimkan delegasi ke Indonesia. Mereka adalah pejabat urusan haji dan umroh. Biar mereka semua melihat dan belajar tentang bagaimana mengelola jamaah dari awal sampai akhir dan kita bisa menerapkan untuk musim haji tahun depan," tutur Bouabdullah.
Ni'am menyatakan akan membantu mengkomunikasikan rencana pemerintah Aljazair tersebut. "Dengan senang hati kami akan bantu dan memfasilitasi. Kami akan segera komunikasikan ini kepada Kementerian Agama RI," kata Ni'am.
Ni'am juga menyingung rencana kerja sama penanganan terorisme antara kedua negara. Menurut dia, pengalaman Indonesia dalam menangani terorisme bisa dibagi kepada Aljazair.
"Yang terpenting dalam penanganan masalah terorisme ini harus kita lihat sumbernya. Karena terorisme saat ini tak hanya soal agenda asing, tetapi juga soal pemikiran. Karena itu, kita harus usut akar masalahnya dan kita selesaikan. Karena baik di Aljazair maupun di Indonesia, saya yakin pemikiran dan aksi terorisme bukanlah berasal dari pemahaman masyarakat lokal, tetapi produk asing," papar Bouabdullah.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang