JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengambil sikap tegas terhadap pengelola rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memungut biaya bagi pasien rawat inap kelas III. Basuki berjanji akan meminta Menteri Kesehatan mencopot dan mengganti direktur utama pada RSUD "nakal" itu.
"Pasien di UGD/IGD itu gratis 3 x 24 jam. Kalau nakal tentu ada sanksi tegas," kata Basuki saat dijumpai di gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (7/11/2012).
Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan rencana pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat satu sistem terpadu tentang layanan kesehatan. Sistem tersebut nantinya akan dirancang oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan berlaku di seluruh RSUD di Jakarta. "Kalau RSUD menolak sistem yang dibuat oleh RSCM, maka kita akan minta Menteri Kesehatan untuk mengganti direktur utamanya," tegas Ahok.
Pemerintah DKI Jakarta telah sepakat berjalan bersama RSCM dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) untuk meningkatkan layanan kesehatan warga Ibu Kota. Sebagai pembuat sistem, RSCM berperan membuat pola rujukan seluruh pasien, khususnya warga yang memegang Kartu Jakarta Sehat, yang akan diluncurkan pada akhir pekan ini.
Adapun FKUI mengerahkan sejumlah mahasiswanya sebagai tenaga medis baru dengan pendekatan dokter keluarga, yaitu menjemput warga sakit di rumahnya sebagai langkah preventif dan tak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit. Sistem ini diharapkan berjalan mulai 2013.
Berita terkait dapat dilihat dalam topik 100 Hari Jokowi-Basuki
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang