Tak Gratiskan Pasien, Dirut RSUD DKI Bisa Dicopot

Kompas.com - 07/11/2012, 16:28 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama akan mengambil sikap tegas terhadap pengelola rumah sakit umum daerah (RSUD) yang memungut biaya bagi pasien rawat inap kelas III. Basuki berjanji akan meminta Menteri Kesehatan mencopot dan mengganti direktur utama pada RSUD "nakal" itu.

"Pasien di UGD/IGD itu gratis 3 x 24 jam. Kalau nakal tentu ada sanksi tegas," kata Basuki saat dijumpai di gedung Balai Kota Jakarta, Rabu (7/11/2012).

Pernyataan itu disampaikannya terkait dengan rencana pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk membuat satu sistem terpadu tentang layanan kesehatan. Sistem tersebut nantinya akan dirancang oleh Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan berlaku di seluruh RSUD di Jakarta. "Kalau RSUD menolak sistem yang dibuat oleh RSCM, maka kita akan minta Menteri Kesehatan untuk mengganti direktur utamanya," tegas Ahok.

Pemerintah DKI Jakarta telah sepakat berjalan bersama RSCM dan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (UI) untuk meningkatkan layanan kesehatan warga Ibu Kota. Sebagai pembuat sistem, RSCM berperan membuat pola rujukan seluruh pasien, khususnya warga yang memegang Kartu Jakarta Sehat, yang akan diluncurkan pada akhir pekan ini.

Adapun FKUI mengerahkan sejumlah mahasiswanya sebagai tenaga medis baru dengan pendekatan dokter keluarga, yaitu menjemput warga sakit di rumahnya sebagai langkah preventif dan tak terjadi penumpukan pasien di rumah sakit. Sistem ini diharapkan berjalan mulai 2013.

Berita terkait dapat dilihat dalam topik 100 Hari Jokowi-Basuki

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau