The 2nd asmops

Lenyapkan Stigma Menakutkan dari Sains dan Matematika

Kompas.com - 07/11/2012, 18:13 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Pelajaran Matematika dan Sains kerap dinilai momok dalam dunia pendidikan. Padahal, Matematika dan Sains bersifat menantang untuk diselesaikan. Untuk menjaga kontinyuitas semangat mengubah stigma menakutkan dan membosankan terhadap kedua mata pelajaran eksak ini, The 2nd Asian Science and Math Olympiad for Primary School (ASMOPS) digelar pada tahun ini.

Penggagas ASMOPS, Yohanes Surya, didampingi Direktur Eksekutif Surya Institute Srisetiowati Seiful, beserta Presiden ASMOPS Ali Godjali secara resmi membuka kegiatan yang akan berlangsung hingga 9 November 2012 mendatang di Ballroom Mulia 1, Hotel Grand Zuri BSD, Rabu (7/11/2012). Pembukaan dengan metode fun science pun turut menandai dimulainya kegiatan tersebut.

"Dengan keluarnya asap yang berasal dari tiga kendi yang berisi campuran hidrogen, peroksida dan kalium permanganat ini, The 2nd ASMOPS resmi dibuka!" seru Yohanes Surya.

Pada tahun kedua, olimpiade yang digelar bersama Surya Institute dibuat sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Perbedaan terletak pada proses pemilihan peserta dari Indonesia.

"Peserta Indonesia yang berhasil mengikuti the 2nd ASMOPS harus melewati tahap seleksi yang terdiri dari dua tahap, waktu itu diselenggarakan tanggal 29 September 2012 di 3 kota besar, yaitu Jakarta, Surabaya, dan Medan sehingga menghasilkan 60 calon peserta dari total 354 anak," ucapnya

Kemudian, lanjut Surya, seleksi kedua diselenggarakan tanggal 19-20 Oktober lalu di Kinasih Resort, Depok, Jawa Barat. Dari sana, terpilihlah 28 siswa SD terbaik Indonesia untuk mengikuti ajang The 2nd ASMOPS sekarang.

Selain itu, dalam 2nd ASMOPS, siswa-siswi SD yang ikut tidak akan melulu mengerjakan soal Matematika atau Sains saja. Kepekaan serta kemampuan peserta lebih dituntut untuk dapat memecahkan soal kombinasi Matematika dan Sains sehingga semakin ketat mengadu kecerdasan siswa dengan cara yang menyenangkan.

"Kami ingin memotivasi dan menumbuhkembangkan kecintaan anak SD pada pelajaran Matematika dan Sains. Selain itu, ASMOPS juga menjadi salah satu ajang untuk meningkatkan hubungan baik antar negara-negara di Asia,” tambahnya.

Ia menambahkan, pengumuman para pemenang the 2nd ASMOPS akan diselenggarakan pada Jumat (9/11/2012) nanti dengan kategori juara terbagi menjadi dua, yaitu individual dan tim.

Sebagai gambaran, lomba ini terbagi menjadi dua, yaitu teori dan praktek. Pada soal teori, ada terdiri dari 20 soal pilihan ganda atau jawaban singkat ditambah dengan 10 esai. Sedangkan untuk tahap eksplorasi terdiri dari 2 soal matematika, 2 soal sains, dan 1 soal gabungan matematika dan sains. Soal kompetisi ASMOPS tersedia dalam 2 bahasa, yaitu bahasa Indonesia dan bahasa Inggris.

Rasya Azka Lazuawardi, siswi SD RSBI Rawamangun 12 Pagi ini bersemangat mengikuti acara pembukaan ASMOPS 2012. Rasya dan 40 peserta lainnya akan bertanding dalam kompetisi persahabatan bidang Matematika dan Sains tingkat Sekolah Dasar (SD) yang pesertanya berasal dari sebaran 6 negara di Asia, antara lain Malaysia, Filipina, Taiwan, dan Indonesia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau