Jakarta, Kompas -
Jembatan di JCC Senayan, misalnya, sudah rusak sejak beberapa bulan terakhir. Pada tangga naik di depan JCC, ada kerusakan konstruksi yang menyebabkan lubang.
Adapun di jembatan penyeberangan Salemba UI, terdapat tumpukan sampah yang menghabiskan lebih dari separuh jalan. Sampah yang sebagian besar berupa plastik ini menyebabkan pejalan kaki kesulitan melintas.
Pendiri Koalisi Pejalan Kaki Anthony Ladjar, Rabu (7/11), mengatakan, kondisi jembatan penyeberangan yang tidak nyaman ini makin membuat warga enggan berjalan kaki dan menggunakan angkutan umum.
Dia mengaku sudah mengetahui kerusakan jembatan di JCC Senayan sejak pertengahan tahun ini. Anthony juga menyayangkan jembatan penyeberangan yang masih dilewati sepeda motor. Selain mengganggu pejalan kaki, kondisi ini diperkirakan juga menyebabkan penurunan kekuatan jembatan penyeberangan.
Rosya, mahasiswa pascasarjana Universitas Indonesia yang juga pengguna angkutan umum, mengatakan, tumpukan sampah di Jembatan Salemba UI sudah ada sejak bulan lalu.
”Waktu itu, atap jembatan dicopoti. Sepertinya ada perbaikan, tapi sampahnya terus bertambah sampai tingginya sekitar 1 meter,” ujarnya.
Rosya mengatakan, pedagang juga banyak yang berjualan di sejumlah jembatan penyeberangan. Keberadaan pedagang ini juga mengganggu pejalan kaki.
Kondisi fisik lantai jembatan juga banyak yang sudah tidak utuh sehingga mengkhawatirkan bagi pejalan kaki. Dia berharap ada perbaikan di semua jembatan penyeberangan agar pengguna merasa nyaman.
Secara terpisah, Kepala Bidang Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan DKI Jakarta Benhard Hutajulu mengatakan, akan membersihkan tumpukan sampah di Jembatan Salemba UI.
”Sampah ini juga banyak karena banyak pedagang di jembatan. Kami tidak punya kewenangan melarang pedagang karena itu merupakan tanggung jawab Satpol PP,” kata Benhard.
Tentang jembatan JCC Senayan, dia mengatakan, konstruksi jembatan itu merupakan kewenangan Kementerian Pekerjaan Umum.