JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengatakan, persoalan banjir yang kerap melanda Kampung Apung, Kapuk, Jakarta Barat, tidak bisa diselesaikan dalam waktu cepat. Ia meminta agar masyarakat Kampung Apung optimistis karena pemerintah akan melakukan perbaikan setiap tahunnya.
"Itu nanti kan jangka panjang. Jangan seminggu dua minggu suruh mengatasi. Yang berpuluh tahun aja enggak bisa," ujar Jokowi, Kamis (8/11/2012), saat menghadiri pertemuan pimpinan Majelis Pemusyawaratan Rakyat (MPR) dengan Gubernur dan Ketua DPRD semua provinsi di Indonesia, di Gedung Nusantara IV, Kompleks Parlemen, Jakarta.
Jokowi mengungkapkan, upaya penyelesaian Kampung Apung baru bisa selesai jika Cengkareng Drain dan pengerukan Kali Pesanggrahan selesai. "Yang penting optimistis pasti ada progres setiap tahunnya," ucap mantan Wali Kota Solo ini.
Sebelumnya, Jokowi sempat menyatakan rencana penyedotan air di Kampung Apung agar tidak selalu tergenang air. Menurut Wali Kota Jakarta Barat Burhanuddin, permintaan pemasangan pompa air juga sudah dilakukan sejak dulu, tetapi saluran untuk dilintasi air belum rampung dikerjakan. Burhanuddin mengatakan, perbaikan Kampung Apung harus diselesaikan secara permanen. Untuk itu, perlu perencanaan matang dari Dinas PU Tata Air.
Perbaikan untuk saluran air Kampung Apung sendiri sudah dianggarkan tahun 2013. Burhanuddin mengatakan, perbaikan saluran air agar tidak selalu banjir memerlukan kajian dari Dinas PU Tata Air. Untuk mengeringkan wilayah satu RW yang terendam banjir selama 20 tahun, perlu integrasi penataan saluran dari kampung-kampung lainnya sehingga banjir dapat diatasi secara permanen.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang