Dahlan Iskan Tak Mau Fotonya Dipampang

Kompas.com - 08/11/2012, 13:05 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri BUMN Dahlan Iskan kaget fotonya terpampang di sebuah back drop acara PT Askes. Ia mengaku tidak menginginkannya terpampang di situ.

"Saya kaget foto saya di situ. Seharusnya foto orang lain dong," kata Dahlan saat memberikan sambutan di acara pemberian 30 ambulans dari PT Askes ke perwakilan rumah sakit umum daerah di Kementerian BUMN Jakarta, Kamis (8/11/2012).

Menurut Dahlan, seharusnya foto yang terpampang di back drop tersebut adalah foto Direktur Utama PT Askes I Gede Subawa. Hal itu disebabkan pemberian 30 ambulans tersebut merupakan hasil kerja kerasnya.

"Jangan sampai saya tidak ikut kerja, tapi malah dipasang foto saya. Seharusnya kan ditaruh foto Dirut Askes," tambahnya.

I Gede Subawa menambahkan perseroan memberikan 30 ambulans ke rumah sakit umum daerah di seluruh Indonesia. Pemberian ambulans ini memakai pola kemitraan dengan Pemerintah Daerah setempat.

Sejak 2002, Askes telah memberikan sekitar 255 ambulans di seluruh rumah sakit kota maupun kabupaten di seluruh Indonesia. Jika disetujui, tahun ini perseroan juga telah menganggarkan pemberian ambulans sekitar 60 unit lagi.

"Ini akan memudahkan masyarakat khususnya masyarakat yang akan dirujuk ke rumah sakit umum daerah atau pusat. Mereka tidak akan kesulitan masalah transportasinya," tambahnya.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau