Konflik suriah

Assad: Saya Hidup dan Mati di Suriah

Kompas.com - 08/11/2012, 18:56 WIB

DAMASKUS, KOMPAS.com - Dalam wawancarannya dengan stasiun televisi Rusia berbahasa Arab, Rusiya Al-Yaum, Kamis (8/11/2012), Presiden Suriah, Bashar al-Assad menolak saran agar dirinya mencari cara aman untuk meninggalkan Suriah.

"Saya bukan boneka. Saya orang Suriah dan saya harus hidup dan mati di Suriah," kata Assad, yang sudah hampir 20 bulan menghadapi pemberontak yang ingin menggulingkan kekuasaannya.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, David Cameron yang mengapungkan usulan yang menjamin jalan aman untuk Assad meninggalkan negeri yang saat ini dicabik perang itu.

Selain menolak usulan untuk meninggalkan Suriah, Assad memperingatkan agar dunia internasional tidak ikut campur dalam kondlik Suriah.

Dia mengatakan intervensi internasional justru bisa meningkatkan konsekuensi global dan mengganggu stabilitas regional.

"Suriah adalah benteng terakhir sekularisme, stabilitas dan koeskistensi di Timur Tengah," kata Assad.

"Intervensi internasional bisa menghasilkan efek domino yang akan mempengaruhi kawasan Atlantik hingga Pasifik," ujarnya.

"Harga intervensi internasional, jika benar-benar dilakukan, akan jauh lebih besar dari yang bisa ditanggung dunia," dia menegaskan.

Banyak pihak yang terlibat dalam konflik berdarah yang sudah menelan 37.000 nyawa itu mendesak dunia internasional untuk melakukan intervensi demi menghentikan pertumpahan darah yang main tidak terkendali di Suriah.

 

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Baca tentang
    Bagikan artikel ini melalui
    Oke
    Apresiasi Spesial
    Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
    Rp
    Minimal apresiasi Rp5.000
    Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
    Apresiasi Spesial
    Syarat dan ketentuan
    1. Definisi
      • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
      • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
    2. Penggunaan kontribusi
      • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
      • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
    3. Pesan & Komentar
      • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
      • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
      • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
    4. Hak & Batasan
      • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
      • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
      • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
    5. Privasi & Data
      • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
      • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
    6. Pernyataan
      • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
    7. Batasan tanggung jawab
      • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
      • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
    Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
    Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
    Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
    Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
    Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
    atau